Berkas Tuntutan Belum Siap, Sidang Ditunda

Takim/Cepos
Ketiga terdakwa saat menghadiri persidangan yang sedianya digelar dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa, di PN Jayapura Senin (26/11)

Terkait Kasus Pembacokan Kakak Beradik di Tanah Hitam
JAYAPURA-Sidang kasus pembacokan kakak beradik di Tanah Hitam, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Jayapura, Senin (26/11). Hanya saja, karena pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap dengan materi tuntutannya, maka sidang yang dipimpin oleh hakim Mathius SH dan hakim anggota Abdul Gafur, SH dan Mulyawan ini terpada ditunda sampai 13 Desember mendatang.

“Berkas tuntutan belum siap dibacakan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Marthin Manuhutu SH saat dipersilakan oleh ketua hakim, Matius SH dalam persidangan berlangsung di PN Jayapura, pada Senin (26/11).

Menurut JPU Marthin rencana tuntutan sudah diajukan ke pimpinan, namun saat ini masih menunggu keputusan Kejati, menyangut berapa tahun hukuman untuk terdakwa. Adapun proses yang harus dilewati yakni, dari Jaksa penuntut Umum, Kasipidum lanjut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dan yang memutuskan tuntutanya adalah kejaksaan Tinggi (Kejati). Sementara, saat ini Kajati sedang ada perjalanan dinas di luar kota.

“Semua berkas tuntutan sudah disiapkan, hanya saja saat ini tinggal menungu keputusan Kajati untuk berapa tahun hukuman yang ditetapkan untuk terdakwa,”ujar Marthin yang memastikan pada Kamis (13/12) mendatang, berkas tuntutanya siap dibacakan.

Sementara itu, La Ode Isra Miraj yang memwakili keluarga korban mengatakan bahwa, dengan penundaan sidang tuntutan tersebut sangat disayangkan dan pihaknya sangat kecewa. Sebab, pihaknya ingin proses persidangan bisa diketahui oleh pihak keluarga.

“Kami sangat kecewa, padahal kami sangat berharap sidangnya cepat diselesaikan setelah kami menungu kurang lebih 6 bulan baru diproses, tambah lagi sidang hari ini ditunda bulan depan, sangat disayangkan,”kata Korlap, La Ode Isra Miraj.
“Kalau memang ditunda, tolonglah diinformasikan ke pihak keluarga biar kami tida datang hanya untuk mendengar penundaan saja,”tegasnya. (kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *