Wow Cafe Resistance Jadikan 10 Anak Disabilitas Kelola Cafe

Gamel Cepos
Fernando Jitmau mendengarkan penjelasan dari Aish salah satu pengarah bagaimana menggunakan alat shaker di Cafe Resistance, Senin (26/11).

JAYAPURA – Menganggap semua mahluk ciptaan Tuhan memiliki potensi yang bisa digarap, cafe Resistance yang berada di Ruko DOk II memilih mempekerjakan 10 anak disabilitas tuna rungu (tuli).

Meski memiliki kekurangan dalam pendengaran, 10 anak disabilitas dari Komunitas Tuli Jayapura (KTJ) diyakini bisa tetap diberdayakan dengan kemampuan yang terus diasah.

Owner Cafe Resistance, Imelda Kabey menyampaikan bahwa ia memilih memberdayakan anak-anak disabilitas lantaran selama ini ia melihat banyak anak disabilitas usia produktif yang belum bekerja.

“Tentunya ini menjadi tantangan juga bagaimana mereka bisa bekerja seperti karyawan lainnya namun dengan posisi tdk bs mendengar.

Saya hanya menganggap mereka sama sperti yang lain yang bisa diberdayakan hanya mungkin belum diberi kesempatan,” katanya. Meski diakui akan ada kendala dalam komunikasi, namun cafe ini juga akan menyiapkan media papan atau kertas yang bisa dipakai untuk berkomunikasi.

“Saat ini semuanya masih kami training tapi setelah ini akan langsung dipekerjakan. Ini yang mungkin berbeda dengan cafe lain,” jelasnya.

Kesepuluh anak disabilitas ini nantinya ada yang menjadi kasir, diajarkan meracik kopi, membuat jus shake atau bartender, kichen, hingga karyawan umum. Fernando Jitmau salah satu calon bartender juga terlihat nyaman. “Tidak masalah, saya mulai bisa memahami cara membuat minuman shake,” singkatnya dengan bahasa isyarat. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *