Persipura Tetap di Liga 1

SELEBRASI: Striker Persipura Hilton Moreira melakukan selebrasi bersama rekannya Vslentino Telaubun usai mencetak gol ke gawang PSMS Medan dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (24/11).(FOTO : Erik /Cepos)

JAYAPURA-Persipura Jayapura akhirnya sukses menjauhi zona degradasi dan memastikan diri tetap berlaga di kasta tertinggi sepakbola di tanah air musim kompetisi 2019.

Kepastian tersebut diperoleh Persipura usai membungkam tamunya PSMS Medan dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (24/11).

Tiga gol tuan rumah berhasil dilesatkan melalui dua gol bomber asingnya Hilton Moreira (48’, 83’) dan satu gol dari sang kapten Boaz Solossa (52’). Sementara gol tim tamu dicetak oleh Shohei Matsunaga lewat titik putih (68’).

Tambahan tiga poin mengantarkan Persipura Jayapura menempati peringkat 7 klasemen sementara pada pekan ke-32 dengan rahian 44 poin. Persipura kini unggul 8 angka dari tim yang ada di zona degradasi.

Dengan menyisahkan dua laga dengan poin maksimal 6, posisi anak-anak Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura aman dari kejaran tiga tim yang berada di zona degradasi. Bahkan, Persipura masih memiliki peluang untuk finis di papan atas.

Sementara bagi PSMS Medan, kekalahan ini makin menambah beban mereka untuk beranjak dari zona degradasi. Anak asuhan James Peter Butler ini tetap berada di dasar klasemen dengan koleksi 34 poin.

Pelatih Kepala Persipura Jayapura, Osvaldo Lessa mengatakan bahwa saat ini mereka bisa bernafas lepas. Sebab, sebelumnya tim dengan empat gelar juara ini dihantui zona degradasi.

“Sekarang kita bisa nafas. Saya sudah sampaikan kepada semua pemain mengenai kondisi tim sebelum pertandingan. Saya kemarin masih pikir banyak, masih takut karena Persipura dekat degradasi. Sedih sekali melihat situasi di depan saya. Saya sangat sedih sekali, tetapi kita sudah bisa nafas,” ungkap Osvaldo Lessa dalam konferensi persnya.

Pelatih berkebangsaan Brasil ini menjelaskan mengenai kebangkitan anak asuhnya di babak kedua. Dirinya mengakui jika mereka mengalami kesulitan di babak pertama karena solidnya pertahanan tim tamu.

“Babak pertama masih bingung, namun babak kedua enam menit pertama kita bisa cetak gol. Kita press cepat, main cepat dan itu tim Persipura. Semua pemain jawab bagus,” ujarnya.

Meskipun telah aman di musim depan, Lessa tetap akan mematok kemenangan dalam dua laga sisa, untuk terus mendongkrak posisi Persipura ke papan atas.

“Hari ini sudah selesai, kita harus pikir dua pertandingan lagi. Persipura harus tetap di atas. Nama Persipura harus kuat dan kita harus persiapkan lebih bagus lagi untuk cari juara lagi di musim depan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, gelandang Persipura Jayapura, Ian Louis Kabes juga mengakui, jika timnya mengalami kendala pada babak pertama. Hal ini tidak terlepas dari rapinya permainan dari anak-anak Ayam Kinantan julukan PSMS Medan.

“Semua tahu babak pertama kita sulit untuk melakukan taktikal kita sebagai Persipura yang bermain cepat dan menusuk. PSMS Medan bermain rapi dengan pressure dengan baik,” jelasnya.

Namun menurut pemian dengan nomor punggung 13 milik Persipura ini, coach Lessa melakukan beberapa perubahan saat di dalam ruang ganti dan itu berhasil diterapkan dibabak kedua.

“Coach Lessa menyampaikan instruksi kepada pemain dan ada beberapa perubahan. Dengan terjadinya satu gol membuat PSMS Medan mulai terbuka. Kita bisa leluasa masuk ke pertahanan, dan Puji Tuhan kita bisa meraih 3 poin,” tutupnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala PSMS Medan, Peter James Butler mengakui, timnya mengalami penurunan pada babak kedua. Bahkan pelatih asal Inggris ini menyoroti kinerja kedua leguin asingnya yang dinilai tidak maksimal dalam pertandingan ini.

“Babak pertama ikut rencana, game fifti-fifti dan saya senang sekali dengan pemain saya. Tetapi harus mengerti bahwa kita tidak main 45 saja, harus ikut instruksi rencana. Pemain asing tidak bagus, tak cukup bagus untuk sepak bola Indonesia atau divisi dua. Saya harus jujur, saya sangat kecewa dengan hasil hari ini,” ucap Butler yang awal musim ini sempat menukangi Persipura.

Butler juga menilai jika para pemainnya di babak kedua layaknya bermain pada kasta kedua sepakbola Indonesia. “Rekrutmen musim awal tidak bagus dan hari ini Persipura mengalahkan tim divisi dua, dan saya harap mereka senang sekali,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Butler mengapresiasi perjuangan Boaz dan koleganya yang dianggap telah bermain sesuai dengan karakter mereka.

“Saya juga berterima kasih kepada Persipura yang selalu bersahabat dengan saya. Jika penampilan mereka di babak kedua, mereka tetap di liga ini,” katanya.

Butler menyayangkan pemainnya yang gagal memanfaatkan fisik dari pemain kunci Persipura yang dinilai sudah mencapai puncak karir dalam sepakbola.

“Saya pikir hari ini (Sabtu, red) di fisik, Persipura jatuh jika kita paksa di 15 menit terakhir. Karena ada banyak pemain yang mungkin selesai karir, tetapi kita kasih oleh-oleh. Babak kedua kita tidak cukup kuat, mentalitas tidak cukup kuat dan itu sangat sulit untuk PSMS dimusim ini,” jelasnya.

Menyadari kondisi PSMS Medan saat ini, Butler menegaskan akan tetap berusaha untuk menyelamatkan PSMS Medan dari dasar klasemen di tiga sisa laga yang akan dilakoni.

“Kita akan fight, masih ada 9 poin lagi, kami akan sungguh- kami dan tetap yakin,” tandasnya.

Salah satu pemain PSMS Medan, Huhammad Alwi Slamat mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya akan fokus dalam tiga laga hidup mati yang akan mereka lakoni. “Pertandingan ini sudah selesai, tim fokus ke depannya untuk keluar dari degradasi, hanya itu,” tutupnya.

Sekedar diketahui, dua laga sisa yang akan dilakoni  Persipura yaitu menantang tuan rumah PSIS Semarang, Sabtu (1/12) mendatang dan menjamu Perseru serui, Sabtu (8/12). (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *