Papua Alami Transformasi Pertanian

Seorang pengunjung sedang foto di mesin traktor yang dipajang panitia saat Pameran dan Pagelaran Pangan Lokal di GOR Cenderawasih, Sabtu (25/11) lalu. (FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura, Ir. Samuel Siriwa, mengatakan bahwa Provinsi Papua mengalami transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern. “Dulu petani menggunakan cangkul pada saat menyiapkan tanah dan memanen padi. Namun, sekarang, tidak ada lagi petani mencangkul. Sebaliknya, semuanya sekarang menggunakan mesin traktor, baik roda empat maupun roda dua,” kata  Ir. Samuel Siriwa kepada Cenderawasih Pos Minggu (25/11) kemarin.

Belum lagi, menanam padi saat ini, tambah Siriwa, menggunakan Trans Planter (mesin penanam). Sementara untuk memanen menggunakan Combine Harvester (mesin pemanen). Demikian, yang dulunya membutuhkan waktu hingga berhari-hari hanya untuk memanen 1 hektare padi, sekarang hanya membutuhkan 3 jam saja.

“Inilah yang disebut dengan transformasi dari tradisional menjadi modern. Bahkan, ini tidak hanya terjadi di sektor pertanian, tapi juga sektor holtikultura (tanaman perkebunan). Yang dulunya menggunakan bedeng, sebaliknya kini menggunakan mesin cultivator dan semua itu sudah jalan,” tambahnya.

Tidak ketinggalan, kata Siriwa, selama kepemimpinan Gubernur Papua Lukas Enembe, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura, sudah coba menyiapkan sekiranya 2400 unit alat pertanian bagi masyarakat petani.

“Transformasi pertanian ini akan terus dipertahankan di tahun-tahun ke depan.  Kami sekarang lebih mempersiapkan tenaga-tenaga terampil dalam mengelola mesin pertanian, supaya ada  tenaga ahli teknis yang khusus mengelola alat mesin pertanian yang ada ini,” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *