Diserang Warga, Kabag Ops dan 4 Polisi Terluka

Warga yang diduga mabuk dan melakukan penyerangan yang menyebabkan Kabag Ops dan 4 anggotanya terluka saat diamankan di aula Mapolres Merauke untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, Sabtu (24/11) malam.

MERAUKE-Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Merauke AKP Leonardo Yoga, SIK bersama dengan 4 anggotanya mengalami luka akibat diserang warga di jalan Maluku, belakang RSUD Merauke, Sabtu (24/11) malam.
Kabag Ops Leonardo Yoga mengalami luka gores di pipi sebelah kanan, lalu Bripda Ansar luka gores di pergelangan tangan kanan. Kemudian Bripda Toni Givaru mengalami luka sobek di kepala. Selanjutnya Bripda Matias Nauce luka memar pada rusuk kanan dan Bripda Erik Rivaldo W bengkak di pergelangan tangan.

Mobil dinas Kabag Ops juga rusak akibat dilempari warga yang brutal tersebut. Tidak hanya dari polisi yang terluka, dua warga juga mengalami hal yang sama. Keduanya adalah . Melkiar Jebo (20), mahasiswa mengalami luka di bagian dada kiri dan Bade Basius (20), mahasiswa yang juga luka di kepala dengan 3 jahitan.

Kapolres Merauke AKBP. Bahara Marpaung, SH, ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pengerusakan mobil milik Kabag Ops dan penyerangan terhadap anggota Polres Merauke tersebut terjadi saat pihaknya hendak mendatangi tempat kejadian keributan antar warga di Jalan Maluku Kompleks Belakang RSUD Merauke.

Dimana berdasarkan keterangan dari salah satu saksi, Emanuel Jebo yang merupakan RT di Kelurahan Karang Indah tersebut bahwa kejadian ini terjadi sekira pukul 18.00 WIT.

Ketika itu, datang seorang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor di kompleks belakang rumah sakit dengan membawa kampak.

Melihat hal tersebut, muncul reaksi masyarakat yang berada di sekitar belakang rumah sakit dan langsung menyerang orang tersebut. Warga melakukan penyerangan karena menganggap orang tersebut merupakan pelaku penculikan anak. Namun orang yang diserang tersebut berhasil melarikan diri.

Mendengar kejadian tersebut, Kabag Ops Polres Merauke, AKP. Leonardo Yoga, SIK., bersama anggotanya berjumlah 8 orang, mendatangi TKP di belakang rumah sakit.

Sampai di TKP, Kabag Ops Leonardo Yoga langsung menemui warga guna menanyakan permasalahan penyerangan tersebut. Namun pada saat Kabag Ops melakukan dialog dengan warga, tiba – tiba datang massa kurang lebih 40 orang yang diduga dipengaruh minuman keras dengan membawa alat tajam berupa parang, kampak, besi, balok, panah dan sebagian ada yang melakukan provokasi terhadap masyarakat lainnya dengan mengatakan kamu polisi sudah kerja sama dengan penculik tadi dan menyuruh petugas kepolisian untuk mundur atau kembali.

Menyikapi situasi tersebut, kata Kapolres, Kabag Ops berusaha untuk menenangkan massa namun tidak berhasil. Selanjutnya Kabag Ops bersama anggota mundur, akan tetapi massa sudah tidak bisa dikendalikan kemudian  menyerang petugas dan kendaraan dinas Kabag Ops Polres Merauke secara brutal, yang mengakibatkan mobil rusak dan Kabag Ops serta 4 anggotanya terluka. Saat diserang tersebut, lanjut Kapolres, Kabag Ops kemudian meminta bantuan ke Mapolres, tetapi massa tetap melakukan penyerangan dengan cara melempar batu, katapel dan mengkampak mobil dan ke arah petugas secara membabi buta.
Selanjutnya anggota mengeluarkan tembakan peringatan ke atas namun massa tetap menyerang aparat. Tak lama kemudian anggota berhasil membubarkan massa dan mengamankan puluhan pemuda untuk dibawa ke Mapolres.

Akibat kejadian tersebut mobil dinas Kabag Ops rusak, dimana kaca depan pecah, kap depan penyok, bodi kena kampak dan lemparan batu. Atas peristiwa itu menurut Kapolres Bahara Marpaung, sebanyak 27 orang telah diamankan untuk diinterogasi lebih lanjut.

“Langkah-langkah kepolisian yang diambil terkait peristiwa tersebut adalah menerima laporan, mendatangi tempat kejadian, membawa para korban ke RSUD Merauke, mengamankan 27 orang pemuda bersama barang bukti terkait pengerusakan mobil milik Kabag Ops dan penyerangan terhadap anggota, meminta keterangan beberapa saksi yang berada d isekitar tempat kejadian,” jelasnya.

Kapolres Bahara Marpaung kembali menegaskan, untuk tidak mudah percaya dengan hoax yang terjadi di media sosial maupun masyarakat terkait dengan penculikan anak tersebut. Karena sampai sekarang ini, belum ada satupun warga yang melaporkan anggota keluarganya atau anaknya diculik seseorang.

“Kami anggap informasi penculikan anak tersebut adalah hoax,” tegas Kapolres Bahara Marpaung.
Terkait hoax ini, Polres Merauke menurutnya akan melakukan penyelidikan terhadap warga yang menyebarkan berita hoax di media sosial tersebut yang menyebabkan masyarakat dibuat resah. Karena dengan berita hoax tersebut, telah 2 kali terjadi hal serupa. Dimana sebelumnya warga Transito dengan membakar 2 sepeda motor yang diparkir dan merusak mobil patroli Polsek Merauke Kota dan seorang anggota Polsek Merauke Kota terluka akibat dilempari. (ulo/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *