Tujuh Kali Ditunda, Hakim Warning Jaksa

Takim/Cepos
Persidangan tersangka Michael Jon Wild, Jr yang berlangsung di PN Jayapura

JAYAPURA- Persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadapa seorang missionaris, tersangka Michael Jon Wild, Jr yang merupakan wargas Negara asal Amerika tersebut namun sudah tingal selama 15 tahun di Makendomo, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua kembali ditunda yang ke 7 kali.

Dimana Michael, yang merupakan warga negara Amerika tersebut, saat ini telah menjadi tahanan kota dengan tuduhan penyelundupan satwa. Dan sejauh ini kasus dari seoarang misionaris tersebut sudah menjalani persidangan di PN Jayapura dengan agenda sidang tuntutan terdakwa.

Namun ada sesuatu yang tak biasa dalam peroses persidagan yang dijalani oleh Michael tersebut dimana dengan agenda persidangan bacaan tuntutan yang sampai saat ini sering ditunda hingga 7 kali.

Dalam peroses persidangan yang berlangsung di PN Jayapura, pada Jumat (23/11) kemarin, saat memulai persidangan yang dipimpin oleh Ketua Hakim, Dr.H.Prayitno Iman Santoso, SH.MH dan angotanya, Natalia dan juga Deddy Thusmanhadi, memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum, Jane Waromi sebagai jaksa penganti Natalia yang pada saat itu berhalangan untuk membacakan tuntutanya, namun jaksa menjawab belum disiapkan.

“Tuntutanya belum disiapkan,”kata Jane Waromi saat ditanya oleh ketua Hakim saat persidangan.

Setelah itu ketua Hakim menanyakan kembali alasan belum disiapkanya berkas tuntutan persidangan terdakwa Michael tersebut. “Tidak tahu pak hakim, karena dari Kejaksaan Agung belum disiapkan,”ujar Jane kembali.

Mendengar jawaban tersebut ketua hakim menegaskan ke Jaksa Penuntut umum untuk serius dalam menyusun tuntutan sebuah perkara, apa lagi agenda tuntutan yang sudah ditunda yang ke 7 tujuh kali.

“Kenapa belum siap terus, padahal ini sudah ditunda yang kesekian kalinya, tolong diushakan supaya semua persosenya berjalan dengan lancer,”kata Ketua Hakim, Dr.H.Prayitno Iman Santoso, SH.MH saat persidangan berlangsung.

Lanjutnya, saya harap ini penundaan yang terakhir setelah ditunda kesekian kalinya, dan yang perlu diperhatikan untuk jadwal persidangan selanjutnya diharapkan tuntutan sudah siap dibacakan dan tidak ada lagi kata penundaan atau belum siap.

Kuasa hukum terdakwa Michael Jon Wild.Jr yakni, Frederika Korain, SH., MAAPD mengakui bahwa sangat disayangkan proses persidangan yang ditunda suda yang ke tuju kalinya, tentu sesuatu yang patut diperhatikan terutama pihak yang terkait. Disatu sisi terdakwa juga merasa terganggu, semua katifitasnya terhambat bahkan keluarganya juga.

“Persoalnya ini persidangan ditunda yang ke tuju, kalo hanya satu atau dua kali masi masuk akal tapi ini ket tuju kali tentu sangat kecewa,”ujar Kuasa hukum terdakwa Michael Jon Wild.Jr yakni, Frederika Korain, SH., MAAPD saat ditemui Cenderawasih Pos usai persidangan berlangsung.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *