Termakan Berita Hoax, Anggota Polisi Diserang 

Satu unit motor yang telah dibakar  oleh orang tak dikenal akibat termakan issu hoax ketika dinaikan keatas mobil patroli untuk diamankan sebagai barang bukti . (Foto Ist/Radar Merauke)

MERAUKE-  Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH mengimbau kepada masyarakat Merauke  untuk tidak mudah termakan dengan isu   yang tidak benar atau hoax  yang justru dapat membuat suasana  kurang nyaman. Seperti yang   terjadi Kamis (22/11) malam, adanya issu   penculikan anak di Mangga Dua Kimaam,   Kelurahan Kelapa Lima Merauke membuat  masyarakat  keluar dari dalam rumah mereka membawa alat tajam.

  ‘’Issu penculikan anak tersebut adalah hoax. tidak benar,’’ tandas Kapolres Bahara Marpaung ketika ditemui Radar Merauke.   Menurut Kapolres, sekira  pukul 21.30  WIT, di Mangga Dua Kimaam Merauke telah  terjadi reaksi sepihak dari mayarakat    yang menerima informasi berita hoax  tentang penculikan anak. Setelah menerima  informasi  tersebut,  anggota Polsek Kota yang menerima laporan via telpon  tentang adanya penculikan anak di Mangga Dua Kimaam  langsung menuju TKP.

  Namun sampai  di TKP, beberapa masyarakat  sudah berkumpul kurang lebih 15 orang berusaha menyerang anggota Polsek dengan cara melempar dengan batu dan kayu ke arah mobil patroli Polsek sehingga mengakibatkan kaca depan mobil tersebut pecah dan salah satu anggota Polsek atas nama Brigpol Rumbino terkena lemparan kayu di bagian dada. ‘’Karena massa semakin banyak kemudian anggota Polsek kembali ke Polsekta,’’ katanya.

    Sekira pukul 21.45 WIT, kata Kapolres,  termonitor bahwa Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Merauke menginformasikan bahwa di Pintu Air Kelurahan Maro, ada beberapa massa dengan membawa alat tajam berupa parang dan panah. ‘’Masyarakat tersebut  termakan isu hoax tentang penculikan anak dan mereka melakukan pembakaran terhadap  satu unit sepeda motor yang pemiliknya belum  diketahui,’’ katanya.

  Sekira  pukul 21.55 WIT, Kabag Ops   memerintahkan seluruh anggota Polres Merauke berkumpul dan membagi dua tim untuk mendatangi TKP pintu air dan di Mangga dua  Kimaam selanjutnya mengimbau agar masyarakat membubarkan diri dan menyampaikan  bahwa informasi  penculikan anak adalah tidak benar dan itu adalah hoax karena karena sampai sekarang belum ada keluarga atau orang tua yang membuat laporan polisi baik di Polres maupun Polsek dan pospol tentang  penculikan anak.

‘’Karena masyarakat mendengarkan   imbauan itu dan akhirnya membubarkan diri,’’ terangnya.   

    Namun sekitar pukul  23.00 WIT,   sekitar 20 orang di Jalan Kuprik berkumpul dan membawa alat tajam sehingga gabungan Polisi mendatangi TKP dan di jalan Kuprik, Kelapa Lima ditemukan korban anatas nama Valentinus Kaimu yang diduga akibat penganiayaan oleh sekelompok massa yang terpancing dengan isu yang menyesatkan. ‘’Korban sudah dibawa ke RSUD Merauke untuk dilakukan pengobatan secara intensif,’’ kata Kapolres.   (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *