Komisi V Minta RSUD Dok II Segera Diaudit Menyeluruh

Wenny Firmansyah/Cenderawasih Pos
Sejumlah masalah kerap terjadi di RSUD Dok II Jayapura, oleh sebab itu Komisi V DPR Papua, Jack Komboy mengusulkan agar rumah sakit terbesar di Papua ini dilakukan audit.

JAYAPURA – Persoalan managemen maupun teknis di RSUD Dok II Jayapura yang seperti tak berhenti dan terus terjadi menarik perhatian salah satu anggota Komisi V DPR Papua, Jack Komboy.

Ia mengusulkan agar rumah sakit terbesar di Papua ini dilakukan audit. Audit secara menyeluruh dan tak biasa. Tidak bisa hanya dengan mengganti pimpinan sementara “penyakit” di dalamnya tak tersentuh secara kompleks.

“Beberapa waktu lalu Gubernur menyinggung soal kondisi Rumah Sakit Dok II dan setiap saat sellau saja ada masalah. Mirisnya lagi dampak dari masalah itu yang dikorbankan adalah pasien sehingga saya pikir ini (audit) perlu dilakukan,” kata Jack Komboy melalui ponselnya, Jumat (23/11) kemarin.

Yang bisa dilakukan adalah mengaudit dengan mengundang auditor independen sehingga bisa diketahui apa yang terjadi. Dari sini bisa terlihat masalah di dalam apa saja barulah meminta bantuan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendampingan terhadap RSUD Dok II.

Jadi mendampingi untuk membenahi managemen berdasar audit tadi. “Dari situlah baru berbicara proses pergantian direktur yang merupakan kewenangan gubernur,” kata mantan pemain Persipura tersebut.

“Jadi selesaikan sakitnya dulu dengan meminta bantuan Kemenkes. Tak bisa terus-terusan membiarkan rumah sakit yang menjadi pelayanan vital bermasalah. Saya setuju in rumah sakit yang sedang sakit dan harus dibenahi,” tambahnya.

Jack menyebut beberapa sample kasus yang sempat terjadi mulai pembayaran hak-hak petugas medis hingga berdampak pada mogoknya pegawai, lalu persoalan ketersedian alat dan obat yang kadang membuat keluarga pasien ketar ketir hingga persoalan KPS.

“Audit ini mungkin bisa dilakukan dalam 3-6 bulan sehingga masalah RSUD Dok II benar-benar klir sebab kita tidak mungkin setiap tahun mengganti pimpinan terus,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *