Disperindag Puncak Jaya Musnahkan Barang Kedaluwarsa

Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.Sos, M.Si secara simbolis memusnahkan barang kedaluwarsa hasil sidak tim gabungan Disperindag Puncak Jaya, di lapangan alun – alun Kota Baru Mulia. (FOTO : Humas Puncak Jaya for Cepos)

Wabup Deinas: Pengusaha Nakal akan Dipulangkan ke Daerahnya.

MULIA- Pemkab Puncak Jaya  melalui Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Puncak Jaya melakukan  pemusnahan barang kedaluwarsa  di Alun-alun Kabupaten Puncak Jaya, Senin  (19/11). Barang yang dimusnahkan ini merupakan hasil sidak tim gabungan pada 15-17 Oktober 2018 lalu, di kota lama dan kota baru.

  Dari data Disperindag Kabupaten Puncak Jaya, sidak tim gabungan ini terkait dengan  perizinan usaha  dan barang-barang yang dijual. Dimana dari hasil tim sidak gabungan ini,  juga menemukan kurang lebih 54 pelaku usaha yang belum memiliki Surat Ijin Usaha.

  Hasil sidak tentang minuman beralkohol terbatas waktu, sehingga tim sidak gabungan belum menemukan penyimpanan terhadap minuman beralkohol. Sementara untuk barang kedaluwarsa yang telah ditemukan dikumpul dan langsung dibakar

   Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Gelei, S.Sos, M. SI dalam sambutannya mengimbau kepada  para pedagang agar tidak lagi menjual barang-barang yang sudah kedaluwarsa, yang dapat  merugikan konsumen.

  Deinas tegaskan kepada yang tidak memiliki surat izin usaha, maka  akan dipulangkan, sedangkan bagi yang masih menjual barang kedaluwarsa akan dilaporkan kepada pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian untuk menindaklanjuti proses hukumnya.

   “Masyarakat juga saya imbau agar lebih  teliti sebelum membeli barang,”ungkap  Wakil Bupati Deinas yang menugaskan kepada kapala Dinas Perindakop agar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mengkomsumsi barang kedaluwarsa.

    Wakapolres Puncak Jaya Kompol M. Kuswicaksono menambahkan ada 50 toko yang tidak memiliki SIUP dan SITU, dalam Undang – undang Pidana kalau tidak memiliki SIUP dan SITU dapat dihukum pidana.  “Artinya kalau terjadi lagi kami akan koordinasi dengan dinas terkait untuk diadakan pengecekan ke seluruh pelaku usaha agar memiliki SIUP dan SITU karena itu dapat diberikan sanksi pidana dan untuk makanan yang kedaluwarsa juga dapat pidana Undang – undang kesehatan dan undang – undang konsumen dan hal ini dapat disosialisasikan dulu kepada masyarakat terkait penerapan undang – undang pidana ini,”bebernya..

  Sementar itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya yang juga sebagai ketua tim sidak gabungan Yunus Wonda, S.Sos saat ditemui  menyampaikan bahwa direncanakan dua kali sosialisasi kepada masyarakat terkait barang kedaluwarsa yang memicu berbagai macam penyakit yang akan dialami oleh masyarakat.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk memperhatikan tanggal expire pada setiap jenis bahan makanan yang akan dibeli.

   Sementara itu salah seorang pelaku usaha saat ditemui menyampaikan bahwa pihaknya sangat berhati – dalam memperhatikan setiap kebutuhan yang dijual agar tidak kedaluwarsa. Dirinya juga mengemukakan bahwa sejauh ini belum mendengar kalau ada temuan jualan yang sudah melewati batas pemakaian namun tetap akan berusaha untuk tidak terjadi hal tersebut. (Huma Puncak Jaya/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *