Cycloop Terancam, Warga Kota Siap Kekurangan Air Bersih

Robert Mboik/Cepos
Pertemuan dan diskusi antara pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan kawasan hutan lindung Cycloop bersama awak media di Grand Abe, Jumat (23/11)

JAYAPURA- Adanya perambahan, penebangan hutan serta perladangan berpindah dilakukan oknum masyaraka terhadap kawasan hutan lindung Cycloop sudah menjadi ancaman serius bagi seluruh warga di Kota Jayapura. Yang paling menhancam dari kondisi itu adalah berkurangnya air bersih yang dihasilkan dari kawasan hutan lindung Cycloop tersebut.

Kondisi ini tidak saja terjadi dikawasan penyangga namun juga sudah memasuki kawasan Cagar alam dalam hal ini kawasan inti (no take zone). Tidak hanya itu, ancaman lain yang terjadi di Cycloop saat ini adalah sudah terdapat bangunan dan jalanan dipinggir kawasan dan di dalam kawasan Cagar alam.

“Penebangan dan pembuatan arang kayu serta perburuan terhadap satwa-satwa endemik terutama jenis-jenis cenderawasih dan burung-burung paruh bengkok, juga masih menjadi ancaman serius di Alam Cycloop,” Dian Wasaraka ketua panitia festival Cycloop saat kegiatan media gathering di Grand Abe, Jumat (23/11), kemarin.

Dia mengatakan, selama ini sudah ada beberapa upaya yang telah dilakukan oleh beberapa intansi teknis terkait untuk mengatasi tindakan pelanggaran yang berpotensi mengancam ekosistem dan aksi perambahan hutan lindung itu secara illegal.

Namun berbagai upaya tersebut msih dinilai belum mampu menjawab apa yang menjadiu persoalan utamanya di Cycloop itu.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan misalnya melalui Festival Cycloop, dengan melibatkan, BBKSDA dan USAID Lestari Bersama MMP (Masyarakat Mitra Polhut) memprakekkan Model SMART PATROL (Spatial Monitoringand Reporting Tool) dengan tiga pendekatan utama tool ini adalah: software, capacity building, dan standar perlindungan wilayah. (roy/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *