Telur Mahkota Sediakan 60 Ribu Butir Telur/hari

Antusias masyarakat saat membeli telur ayam Mahkota yang dijual dalam kegiatan Pasar Murah Bank Panin, Kamis (22/11) kemarin.(FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Telur Ayam Mahkota siap memenuhi kebutuhan telur di  masyarakat dengan menyediakan 60.000 butir telur/hari. Bahkan Telur Ayam Mahkota turut berpartisipasi dalam event pasar murah yang digelar selama 3 hari di halaman Kantor Bank Panin Jayapura, dengan menyediakan 60 ribu butir telur per hari.

Marketing Penjualan Telur Ayam Mahkota Dedy mengatakan, dalam menyediakan kebutuhan telur bagi masyarakat di Kota Jayapura, pihaknya juga ikut berpartisipasi.

“Selama tiga hari ini kami akan menyediakan telur sebanyak 600 rak dengan ukuran 300 rak ukuran besar dan 300 rak ukuran kecil. Harga yang kami jual juga cukup terjangkau untuk harga telur ukuran besar Rp 59 ribu/rak dan ukuran kecil Rp 45 ribu/rak,” kata Dedy kepada Cenderawasih Pos, kamis (22/11) kemarin.

Lanjutnya, untuk harga yang pihaknya sediakan sedikit lebih murah dari harga pasaran atau ada selisih harga sekitar Rp 2.000 rupiah/rak.

Pihaknya buka saja berpartisipasi dalam event pasar murah saja, tetapi menghadapi permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, dalam sehari pihaknya mampu menyediakan 60.000 butir telur yang sudah siap untuk dipasarkan.

“Natal dan Tahun Baru merupakan momen rutin setiap tahun yang selalu kami alami. Untuk itu kami dalam mengakomodir permintaan pasar menyesuaikan dengan jumlah produksi telur kami setiap harinya yakni sebesar 60.000 butir telur/hari,” jelasnya.

Menurut Dedy, jika permintaan konsumen melebihi dari jumlah produksi maka sebagian konsumen akan terbantu dengan adanya telur antar pulau.

Diakui Dedy ada perbedaan harga di pasaran antara Telur Ayam Mahkota  dengan telur antar pulau.“Jika di pasaran harga telur antar pulau sudah mencapai Rp 65 ribu/rak untuk telur ukuran besar, kami masih menjual dengan harga Rp 59 tibu- Rp 60 ribu/rak. Kenaikan harga yang terjadi di Telur Ayam Mahkota biasanya terjadi saat harga pakan mahal,” pungkasnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *