Giliran Kos-kosan di Hamadi Rawa Terbakar

PADAMKAN API: Warga di Hamadi Rawa bergotong royong berupaya memadamkan api yang membakar kos-kosan di Hamadi Rawa, Kamis (22/11) kemarin. (FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Belum selesai proses penyidikan terkait terbakarnya gedung Sasana Krida di kantor Gubernur, Jayapura, kejadian serupa kembali terjadi, Kamis (22/11) kemarin.

Kebakarab kali ini terjadi di salah satu kos-kosan di Hamadi Rawa. Sebanyak enam petak kos milik H. Baso ludes terbakar. Hingga berita ini ditulis belum diketahui apa penyebab kebakaran namun kerugian ditaksir lebih dari ratusan juta Rupiah.

Dugaan sementara penyebab kebarakan adalah arus pendek dimana setelah lampu mati, cukup lama kemudian menyala dan disinyalir disitulah terjadi kebakaran. Api terus membesar dan tak bisa dipadamkan lantaran warga hanya berupaya dengan menyiramkan air dari saluran yang ada termasuk sumur di depan kos-kosan.

Sejumlah mobil pemadam kebakaran juga tak bisa berbuat banyak karena api lebih dulu melahap bagian atap kos-kosan. Selain itu akses jalan yang sempit dan tak bisa berputar, membuat mobil Damkar harus lebih berhati-hati.

Kejadian ini sendiri terjadi sekira pukul 15.10 WIT di Hamadi Rawa, Distrik Jayapura Selatan. “Pas listrik menyala, lalu masjid bunyi dan di sini juga ‘menyala’. Api cepat sekali dan panas jadi warga hanya berupaya semampunya,” kata Nursia, salah satu warga sekitar.

Tercatat enam petak kos-kosan yang ludes terbakar dengan kebakaran bernama Pak Ichal,  Pak Ramli, H Baso, Pak Nyori, Pak Suhardi dan Ibu Mina. “Jadi rumah pemiliknya juga ikut terbakar dan saat kejadian sepertinya yang istri masih di pasar jualan,” tambahnya.

Tak ada korban jiwa dari kebakaran ini namun  sebagian besar barang terlihat tak bisa diselamatkan. Api akhirnya  padam sekira pukul 16.00 WIT setelah beberapa mobil pemadam dan warga ikut memadamkan api.

Warga lain bernama Herman salah satu warga menyebutkan,  ia sempat mendengar ada suara ledakan sebelum api membesar yang menghanguskan rumah H. Baso. Bahkan, penghuni rumah baru berteriak saat api mulai membesar.

“Saya belum tahu penyebabnya apa, namun sempat dengar ada suara ledakan dan orang rumahpun berteriak saat kondisi api membesar,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos.

Sementara itu, H. Baso si pemilik rumah menuturkan.  Saat kejadian dirinya berada di luar rumah, ia mengetahui kebakaran tersebut dari teriakan anak-anak bahwa rumahnya terbakar.

“Anak-anak teriak terbakar-terbakar baru kami tahu ada kebakaran, saya tidk sempat amankan barang-barang,” tuturnya.

Dikatakan, ini kali kedua rumahnya terbakar dan Haji Baso memilih iklas dan baginya ini ujian. Untuk sementara waktu, ia akan tinggal bersama keluarganya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra mengungkapkan kasus kebakaran rumah milik Haji Basso, warga Hamadi Rawa I masih dalam penyidikan serta penyilidikan oleh pihak kepolisian.

“Kasus ini masih akan dikembangkan lagi, untuk saksi sudah dua orang yang dimintai keterangan pasca kebakaran,” ungkapnya.

Jahja menuturkan,  api dapat dipadamkan satu jam kemudian setelah mobil pemadam kebakaran kota Jayapura berserta aparat gabungan dan warga sekitar berada di lokasi kejadian memadamkan api dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dari kejadian tersebut.

“Info dari masyarakat di lokasi  mengatakan, kebakaran bermula dari lampu padam dan saat menyala tiba- tiba ada percikan api dari kamar yang di tempati H. Basso,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Ops Pemadam Kebakaran Kota Jayapura Yohan Warenusi menyebutkan untuk memadamkan api sebanyak 30 personil pemadam kebakaran dilibatkan. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan enam unit mobil milik pemadam kebakaran. Terdiri dari empat mobil semprot dan dua mobil suplay.

“Kami juga melibatkan lima pos untuk memadamkan api, yakni Pos APO,  Jayapura Selatan, Batas Kota dan Youtefa,” jelasnya.(ade/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *