Tujuh Bupati Tak Hadir, Gubernur Teriak ke Mana Semua

BINGUNG: Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP., MH., terlihat bingung saat akan melakukan penandatanganan MoU dengan para bupati dimana dari delapan bupati ternyata hanya Bupati Paniai, Meki Nawipa yang hadir di GOR Cenderawasih, Rabu (21/11).(FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Ada yang menarik dari acara penandatanganan MoU program Bangga Papua yang dilakukan di GOR Cenderawasih Jayapura, Rabu (21/11). Jika dalam agenda, penandatanganan ini harusnya dihadiri oleh delapan bupati namun saat MC memanggil kedelapan kepala daerah, ternyata hanya Bupati Paniai, Meki Nawipa yang berdiri dan menuju ke panggung.

Akibatnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., yang menunggu beberapa menit langsung berteriak menanyakan dimana bupati yang lain. “Oi.. ini kemana semua bupatinya?,” tanya Gubernur Lukas Enembe sembari memandang jauh ke depan.

Ia terlihat kaget apakah para bupati mengetahui ada kegiatan ini atau seperti apa. Gubernur masih terus menunggu sambil mengamati satu persatu namun hingga proses penandatanganan selesai ternyata hanya bupati Meki Nawipa yang berdiri di depan.

Padahal 8 bupati yang seharusnya melakukan penandatanganan MoU adalah Bupati Paniai, Mappi, Nduga, Yahukimo, Puncak Jaya, Dogiyai, Mamberamo Tengah dan Mambreamo Raya. Program Bangga Papua atau Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera Papua ini merupakan program yang nantinya akan memperkuat program yang sudah ada semisal Gerbang Mas Hasrat Papua.

Hanya yang membedakan adalah  program ini lebih pada bagaimana mengadvokasi isu kesehatan terutama bagi anak usia dini atau Balita. Setiap anak Papua di bawah usia 4 tahun nantinya diberikan bantuan dana dimana untuk 1 anak diberi Rp 200 ribu dan diberikan setiap tri wulan. Tujuannya untuk memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak pada masa pertumbuhan.

“Uang ini akan diberikan dalam bentuk tunai dan pengawasannya juga telah disiapkan karena telah terkoneksi ditiap kabupaten. Nantinya aparat kampung maupun ibu-ibu PKK juga akan memberi advist soal managemen agar uang benar-benar digunakan untuk kesehatan anak dan tak ada lagi kejadian gizi buruk atau sebagainya,” kata Kepala Bapedda Provinsi Papua, Dr. Muhammad Musaad M.Si. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *