Selamat Tinggal Otsus Plus

Yunus Wonda (FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Semangat untuk memperjuangkan Otonomi Khusus Plus atau Otsus Plus yang dua tahun lalu sempat kencang terdengar belakangan mulai hilang. Entah mengapa permintaan Pemerintah Provinsi Papua untuk mendapat hal lebih dari Otsus seperti tak mendapat respon dan akirnya hilang begitu saja.

Pemprov Papua sendiri nampaknya sudah tak lagi mau mengurusi yang namanya Otsus Plus dan lebih memilih untuk berkonsentrasi bagaimana menyiapkan perangkat lain jika sewaktu-waktu Otsus benar-benar berakhir. “Sikap kami sama seperti gubernur dan hari ini  kami melihat sikap gubernur dingin soal RUU Otsus Plus itu sendiri. sebab kami sudah tahu isi dari RUU itu sudah pasti banyak perubahan,” kata Yunus Wonda di Jayapura.

Ia menyebut isi awal atau makna dari Otsus Plus itu sendiri diyakini telah diutak-atik dan banyak yang berubah. Karenanya apakah pemerintah pusat mau melanjutkan itu atau menghentikan menurut Yunus Wonda, Pemprov Papua sudah tak terlalu ambil pusing.

“Sekarang terserah pemerintah pusat mau merevisi atau tidak. Tapi yang perlu diingat adalah apa grand design pemerintah pusat setelah Otsus berakhir? Jangan justru menjadi malapetaka yang artinya rakyat diperhadapkan dengan situasi yang berbeda,” tegasnya.

Yunus Wonda menyebut pandangan orang Papua saat ini adalah setelah Otsus lalu referendum dan pemikiran itu perlu dicegah, jangan sampai muncul. “Jadi pertanyaannya apakah Otsus berhenti,  apakah dananya berhenti atau regulasinya tetap ada, atau sebaliknya atau diperpanjang. Jangan tersisa setahun dua tahun barulah dibahas. Ini sudah harus harus dibahas agar pemahaman rakyat jangan mengarah kepada hal-hal yang lain,” pintanya.

Jika pemerintah pusat serius lanjut Yunus, draf pertama dibahas kembali dan jangan diutak-atik. “Tapi kami juga menganggap sudah tidak penting lagi. Mau dilaksanakan silakan, dibahas silakan atau mau tidak dilaksanakan juga silakan. Sebab kami yakin sudah berubah tadi,” imbuhnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *