Kembangkan Budidaya Air Tawar untuk Penuhi Kebutuhan PON

Carlos Matuan S.ST.Pi MM (FOTO : Denny/Cepos)

WAMENA –Sebanyak 3 Kelompok peternak pengembang Ikan Air tawar yang ada di 3 Distrik Kabupaten Jayawijaya mendapat paket bantuan berupa bibit ikan, induk ikan, pakan dan kolam dari   Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua. Hal ini  dilakukan guna meningkatkan ketahanan pangan, terutama kebutuhan ikan untuk penyelenggaran PON XX.

  Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Carlos Matuan mengakui jika  pada tahun 2018 ini, pihaknya mulai memberikan bantuan di daerah Lapago yang dipusatkan di Wamena dan beberapa kabupaten pemekaran yang akan dijadikan sebagai penyangga ketahanan pangan terhadap ikan air tawar.

  “Pemberian bantuan ini dalam rangka menyiapkan PON XX, dimana Wamena juga akan menjadi penyelenggara. Kita fokus untuk menyediakan ikan untuk atlet, official dan penonton,”ungkapnya saat ditemui di Wamena, Rabu (21/11).

  Kata Carlos Matuan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua bekerjasama dengan Pemkab Jayawijaya sharing program untuk pengembangan budidaya air tawar. Dimana, tahun Pemprov sudah mulai melakukan kegiatan pencetakan kolam secara swakelola oleh masyarakat dengan ukuran 10 x 20 meteri persegi di Kampung Parema Distrik Wesaput.

   Untuk bantuan benih ikan, yakni ikan Nila dan ikan mas, bersama  pakannya sebanyak 4 Ton itu dibantu di Kampung Wouma  Distrik Wouma. Bantuan ini khusus untuk masyarakat yang sudah memiliki kolam.  Selain itu, ada bantuan Induk ikan Nila yang terdiri dari 200 jantan dan 300 betina serta pakan ikan 1 ton untuk kelompok berkat di Distrk Kimbim.

  “Kita berharap induk ikan ini bisa menghasilkan benih ikan, sehingga tak perlu lagi mendatangkan benih dari Jayapura dan uangnya bisa berputar di Jayawijaya,”beber Kabid Perikanan Budidaya.

   Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua juga memastikan tidak hanya di Jayawijaya, namun di daerah lain yang akan menjadi penyelenggara PON XX juga dilakukan hal yang sama seperti di wilayah Meepago, Saireri, Animha  dan wilayah Mamta.

  “Kami juga sudah mempersiapkan pasokan ikan laut dari Jayapura untuk dikirim ke daerah pegunungan yang menjadi penyelenggara, sedangkan untuk ikan air tawar itu bisa didapatkan secara langsung,”jelas Carlos.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *