Jangan Terlibat Ilegal Logging, Narkoba dan Miras

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Josua Pandit Sembiring S.I.P bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Martuani Sormin M.Si mengobrol dengan salah satu komandan satgas yang baru usai upacara penerimaan dan pelepasan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG di lapangan upacara IPDN Kampus Papua, pada Senin (19/11) kemarin.(FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA– Setelah sembilan bulan bertugas di perbatasan RI-PNG maka Satgas Yonif 501/Braja Yudha, Yonif 121/Macan Kumbang, Yonif 644/Walet Sakti  akhirnya digantikan oleh Satgas Yonif Para Raider 328/Dirgahayu, Yonif 725/Waroagi, Yonif 126/ Kala Cakti.  Acara serah terima jabatan itu digelar di Lapangan kampus IPDN Papua Senin (19/11) kemarin.

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Josua Pandit Sembiring S.I.P yang memimpin serah terima dan pelepasan Satgas pengamana perbatasan RI-PNG mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan tugas yang diakukan selama kurang lebih 9 bulan.  “Saya mendapat laporan sejauh ini pestasi kalian sangat bagus dan inovasi dan saya merasa bangga atas hal tersebut,” kata Pangdam XVII/Cendrawasih.

Diakuinya, Dalam melaksanakan tugas sebagai satuan pengamanan perbatasan, setiap satgas juga wajib membantu kesulitan masyarakat di wilayah perbatasan, melalui koordinasi dengan aparat kowil setempat.

“Ingat, bahwa kehadiran kalian harus memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan Negara serta taatilah Hukum dan HAM, agar terhindar dari segala bentuk pelanggaran”, ujarnya.

“Di daerah ini juga terdapat beberapa satuan lain, baik dari TNI maupun Polri. Untuk itu, saya berharap kepada prajurit agar menjalin hubungan baik dengan satuan lain maupun pemerintah daerah, hindari kesalahpahaman dan jangan mudah terprovokasi serta melakukan tindakan di luar prosedur”, katanya.

Pangdam juga mengingatkan agar prajurit tidak tergoda dengan hal finansial yang akan menjerumuskan kepada pelanggaran berat. “Jangan mudah tergiur dengan iming-iming uang sehingga kalian melakukan pelanggaran berat seperti illegal loging, penyelundupan Narkoba dan Miras.

Beberapa hal tersebut merupakan sebagian dari banyaknya pelanggaran yang terjadi di perbatasan dan menjadi potensi pelanggaran apabila setiap prajurit tidak dapat menahan diri. Untuk itu, tetap jaga kehormatan kalian sebagai TNI yang bersih dan dipercaya oleh masyarakat”, tegasnya.

Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan bahwa, Pengamanan wilayah perbatasan RI-PNG merupakan salah satu tugas yang cukup berat, mengingat wilayah perbatasan tersebut memiliki banyak kerawanan yang harus diantisipasi, seperti praktek illegal logging, illegal mining, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, penyelundupan miras, dan narkoba.

“Kasus yang sering terjadi di daerah perbatasan saat ini seperti penyelundupan narkoba dan miras. Dua hal tersebut menjadi primadona karena hasil yang diperoleh begitu besar. Sehingga banyak oknum-oknum yang bermain di situ”, ujar Danrem dalam arahannya kepada 1.350 orang prajurit Satgas Pamtas RI-PNG. (kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *