Yuliana Wouw Tak Minder Jadi Model Meski Cacat

Gamel Cepos.
Yuliana Wouw terlihat percaya diri saat difoto Cenderawasih Pos, Jumat (16/11) kemarin.

JAYAPURA – Tak ada yang pernah berharap dilahirkan dengan kondisi cacat. Namun jika Tuhan sudah berkehendak maka semua harus diterima. Nama Yuliana Wouw sendiri beberapa hari terakhir sempat viral di salah satu grup foto, Papuans Photo karena berpose sebagai model. Diposting oleh Whens Tebay pada Jumat (16/11) pukul 01.20 WIT, postingan tersebut telah dikomentari sebanyak 2.780 netizen.

Jumlah ini menjadi komentar yang terbanyak selama ini dalam grup foto tersebut. Kepada Cenderawasih Pos, Yuliana yang ditemui menyampaikan bahwa tak ada yang boleh membatasi ekspresi seseorang termasuk saat dirinya hendak difoto menjadi model.

Meski dengan wajah cacat, Yuliana tetap pede memperagakan beberapa pose yang dikonsep. Iapun tampak nyaman ketika difoto Cenderawasih Pos bahkan sempat beberapa kali tersenyum. Gadis kelahiran Manado 25 juli 1996 ini menceritakan soal kondisi fisiknya yang sempat menjadi bahan bully oleh teman-teman sekolahnya.

Dikatakan ketika kedua orang tuanya tugas di Manado, sang ibu ketika itu sedang hamil dirinya. Sementara sang ayah sebagai Polisi sedang bertugas di daerah yang cukup jauh (pelosok).

Sang ibu sendiri dikatakan tak tahu sedang hamil dan sempat mengkonsumsi pil KB. Nantinya setelah melahirkan barulah didapati sang anak mengalami cacat di bagian wajah. Mata sebelah kirinya tak bisa melihat dan rongga kedua mata bagian bawah berlobang.

Iapun harus menjalani perawatan untuk menjahit beberapa bagian pipinya tepat di bawah rongga mata. Meski demikian ia tetap Pede. “Orang tua saya selalu meminta saya bersyukur atas apa yang Tuhan beri.

Saya bisa sehat, makan, sekolah dan melakukan semuanya tanpa ada batasan. Sementaraasih banyak orang lain yang mengalami cacat dan gak bisa seberuntung saya. Apa yang Tuhan beri itu patut saya syukuri,” bebernya.

Saat ini anak kedua dari tujuh bersaudara ini sedang mempersiapkan diri untuk kuliah di Uncen tahun depan. Ia berharap bisa diterima dan tak diperlakukan berbeda dengan anak lainnya. “Saya percaya Tuhan sudah mengatur semuanya,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *