Warga Minta Pemprov Papua Pugar Taman Budaya Ekspo Waena

Salah satu bangunan tua yang penuh lumut yang tdak lagi terusus terdapatr di bekas taman budaya di Ekspo Waena, (FOTO: Robert Mboik/Cepos)

JAYAPURA-Gubernur Papua telah menyatakan taman budaya Expo Waena akan direvitalisasi, namun warga yang berada di Ekspo Waena meminta pemerintah daerah Provinsi Papua untuk bisa memugar kembali taman budaya yang saat ini sudah tidak lagi difungsikan. “Kami berharap kepada pemprov supaya taman ini dihidupkan kembali, dipugari seperti itu,” kata Anok Aronggear saat ditemui koran ini belum lama ini.

Dia mengatakan, saat ini bangunan tua bekas taman budaya milik Pemprov Papua itu memang masih berdiri. Namun sejumlah bangunan itu sudah hampir roboh karena faktor usia. Meski asset dan benda-benda budayanya sudah tidak ada lagi namun bangunan itu masih saja dibiarkan.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan. Pihaknya berharap kepada pemerintah pemerintah provinsi  Papua melalui instansi terkait supaya bisa menghidupkan kembali taman budaya tersebut.  Dia mengatakan, awalnya taman budaya itu dibangun dalam rangka menyimpan sejumlah benda-benda kebudayaan milik beberapa wilayah di Papua. Namun belakangan taman budaya itu tidak lagi difungsikan.

“Awalnya untuk menyimpan benda kebudayaan dari beberapa kabupaten salah satunya Manokwari.Tapi sekarang Papua barat sudah provinsi sendiri sehingga ini juga sudah tidak diaktifkan lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, taman budaya harusnya dihidupkan supaya bisa dijadikan sebagai tempat penelitian dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kebudayaan asli orang papua.  Meskipun saat ini sudah ada museum namun keberadaan museum itu tidaklah sama dengan taman budaya.  Selain sebagai  tempat hiburan masyarakat, taman budaya juga bisa dijadikan sebagai lokasi penelitian atau tempat belajar bagi sejumlah masyarakat pencinta budaya  lokal. Diakuinya juga, saat ini  pemerintah telah menyiapkan museum namun menurutnya, museum itu sifatnya sangat formal. Apabila taman budaya ini dihidupkan kembali maka pengelolaannya perlu diatur secara baik. (roy/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *