Kartu Kuning Terancam Pidana Seumur Hidup

KAWAL: Timsus Polda Papua saat mengawal tersangka Kartu Kuning Yoman alias Yogor Telenggen di Bandara Sentani, Jumat (16/11). Tersangka diterbangkan ke Nabire untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Nabire. (FOTO : Humas Polda Papua for Cepos)

Kasus Penembak Anggota Polisi dan Pesawat, Diserahkan ke Kejari Nabire

JAYAPURA- Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Papua menyerahkan dua tersangka yaitu Kartu Kuning Yoman alias Yogor Telenggen dan Longgop Telenggen beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire, Jumat (16/11).

Wadir Reskrimum Polda Papua AKBP. Fernando S. Napitupulu mengatakan, penyerahan kedua tersangka beserta barang bukti dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Papua untuk selanjutnya dilakukan proses hukum di Kejaksaan Negeri Nabire.

“Barang bukti yang diserahkan yaitu motor Yamaha Jupiter MX DS 2006P serta satu pucuk senjata. Kedua tersangka diterbangkan ke nabire menggunakan pesawat untuk selanjutnya diserahkan ke Kejari Nabire,” ungkap Fernando Napitupulu kepada wartawan, Jumat (16/11).

Kedua tersangka menurut Fernando telah melakukan berbagai kejahatan dan kasusnya ditangani Ditkrimum Polda Papua. Dalam kasus ini tersangka Kartu Kuning Yoman dijerat Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 365 KUHP ancaman hukuman seumur hidup.

Sementara Longgop Telenggen disangkakan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke 2E KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP yakni melakukan tindak pidana  turut serta melakukan perbuatan  pidana bersama-sama  melakukan pencurian  dengan kekerasan yang terjadi di Pospol Kulirik mengakibatkan hilangnya senjata sebanyak delapan pucuk.

Adapun kasus kejahatan yang dilakukan Kartu Kuning yakni penghadangan dan penembakan terhadap anggota Polri yang terjadi pada 3 Desember 2011 di Kali Semen Kampung Wandegobak, Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya. Kejadian tersebut mengakibatkan dua anggota Brimob dari Mabes Polri tewas dan satu anggota Brimobda Polda Papua Detasemen C Sorong terluka pada bagian paha sebelah kanan.

Lanjut Napitupulu, Kartu Kuning juga terlibat dalam kasus penembakan Pesawat Trigana Air yang mendarat di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya pada 8 April 2012. Dalam insiden itu satu penumpang tewas dan 4 lainnya mengalami luka-luka akibat serpihan peluru.

Selain itu, Kartu Kuning juga terlibat dalam penembakan di Kabupaten Sinak tepatnya di Jalan Komplek Pasar Sinak, Kabupaten Puncak pada Senin 12 Februari 2018. Kejadian tersebut mengakibatkan  Pratu Sandi Noviana anggota Kopassus tewas dan senjatanya dirampas. “Kartu Kuning sendiri ditangkap di Kampung Usir Distrik Sinak, Kabupaten Puncak pada 12 Mei 2018,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *