Cegah Hoax, RSUD Wamena Larang Foto, Video dan Suara

Direktur RSUD Wamena dr, Felly Sahureka saat menerima kunjungan Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo, S,Sos, MSi. (FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayawijaya mengeluarkan aturan tak boleh memotret,  merekam   video, telefon dalam area pribadi rumah sakit.  Hal ini dilakukan  untuk mencegah berita tidak benar (Hoax) yang muncul di Media Sosial, serta supaya tidak mengganggu ketenangan pasien yang berobat.

  Direktur RSUD Wamena dr, Felly Sahureka menyatakan jika aturan ini dikeluarkan karena banyak orang salah menggunakan media sosial yang ada. Contohnya, ketika pasien sedang dilakukan tindakan, kemudian  difoto secara diam –diam dan diupload dengan pemberitaan yang tidak benar, termasuk  petugas kesehatan sedang kerja difoto dan diupload .

  “Itu sebenarnya privasi dari petugas dan pasien, jangan menyalahgunakan media sosial untuk menyampaikan  pemberitaan yang tidak benar,”ungkap dr Felly Jumat (16/11) kemarin.

   Terkait larangan  di RSUD Wamena, kata dr. Felly, pihaknya juga mencantumkan undang –undang praktek kedokteran, undang –undang telekomunikasi dan hak cipta. Namun khusus untuk wartawan, bisa datang dengan menunjukkan tanda pengenalnya dan menyatakan keperluan wawancaranya kepada unit Service, Customer Service atau Humas.

  “Kami tidak membatasi wartawan, aturan yang dikeluarkan ini hanya untuk mencegah pemberitaan Hoax, kalau untuk kepentingan wawancara ada bagian Humas yang ditugaskan sebagai juru bicara rumah sakit jika ada masalah,”katanya.

   Menurutnya, larangan pengambilan Foto, Video, telepon dan suara ini dikeluarkan agar orang tidak sembarangan mengambil gambar dan lain –lain dalam area rumah sakit. Sebab,  saat ini teknologi sudah canggih dan banyak orang sudah pintar menggunakannya, sehingga mereka bisa saja edit foto atau video yang tidak sesuai kenyataan lalu di-upload ke media sosial yang menyangkut privasi doter, petugas dan pasien.

  “Kadang juga petugas sendiri yang melakukan itu, saat kerja mereka foto selfie dan upload, sebenarnya tidak apa-apa, tetapi orang akan nilai petugas kesehatan kerjanya hanya foto-foto saja,” jelasnya.

   Direktur RSUD Wamena menegaskan , jika larangan ini untuk semua orang yang ada dalam lingkungan rumah sakit, baik itu pasien, pengantar pasien, petugas kesehatan dan siapapun yang ada dalam area privasi RSUD Wamena. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *