Akses Jalan Darat Mulai Pengaruhi Harga di Yalimo

Sejumlah angkutan kendaraan roda empat yang beristirahat di pinggir ruas jalan Trans Papua Wamena-Jayapura. Mobilisasi barang lewat jalan darat ini kini mulai mempengaruhi sejumlah harga di Yalimo.(FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA-Pemkab Yalimo merasa terbantu dengan adanya jalan trans Papua Wamena –Jayapura yang kini bisa dilalui dengan kendaraan. Artinya dengan adanya jalan trans Papua ini mulai dirasakan masyarakat Yalimo, khususnya dalam menekan harga yang selama ini tinggi di pasaran dan menyulitkan masayarakat.

Bupati Yalimo Lakius Peyon mengakui jika saat ini sudah banyak masyarakat yang melakukan mobilisasi barang melalui jalan darat, sehingga otomatis mempengaruhi harga di Kabupaten Yalimo, sehingga jalan trans Papua ini sangat berdampak pada masyarakat meskipun pemda belum menentukan Harga Enceran Tertinggi (HET).

“Kami belum menentukan HET untuk barang karena jalan trans Papua ini masih belum dibuka secara umum dan tidak menentu , tatapi kemungkinan besar di tahun 2019 kita sudah membuat harga satuannya untuk transportasi,”ungkapnya Jumat (16/11) kemarin.

Adanya jalan trans Papua ini, Kata Lakius, mungkin secara umum belum dirasakan, namun secara perorangan itu sangat dirasakan manfaat dari jalan itu. Sebab, sebelum adanya jalan darat ini semua kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya itu disuplai dari Wamena Kabupaten Jayawijaya sehingga harganya juga tinggi.

“Contoh semen sewaktu disuplai dari Wamena, itu kita beli di Elelim  sekitar Rp. 700.000 sampai Rp.800.000, sekarang dengan jalan darat Semen bisa dijual dengan harga Rp.500.000, terkadang di luar itu bisa didapatkan dengan harga Rp.350.000,”katanya.

Untuk pengawasan, lanjut Bupati Yalimo, pemda sudah mulai melakukan pengawasan, namun karena yang membawa masuk miras ini pekerjaan setan dan akalnya sudah melebihi manusia, sehingga selalu memanfaatkan waktu –waktu tertentu disaat petugas tidak ada,

   “sekarang yang terpenting itu bagaimana pemda membangun masyarakat yang siap menerima perubahan dan secara sadar untuk menghindari diri hal –hal yang negatif,”bebernya.

   Sebagai pemerintah daerah, Bupati Yalimo, menyatakan telah membangun beberapa pos keamanan, seperti ada beberapa pos Polisi di Abenaho dan di Benawa, dan ditahun 2019 nanti Pemda akan membangun Polres Yalimo beserta dengan perumahan sehingga Yalimo memiliki Polres sendiri.

   “Untuk Pos TNI, Kami memiliki Pos Ramil di Elelim dan di tahun depan kami akan membangun pos ramil juga di Benawa yang dilakukan oleh Pemda Yalimo dan kami minta Pangdam XVII Cenderawasih, Danrem 172/ PWY dan Dandim 1702 / Jayawijaya untuk menempatkan personel di Pos ramil.”jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *