Terminal Bandara Kelas III Elelim Yalimo Resmi Beroperasi

Denny/ Cepos
Bupati Yalimo Lakius Peyon saat menggunting pita peresmian Gedung baru Bandara Kelas III Elelim Kabupaten Yalimo, Kamis (15/11).

WAMENA-Gedung terminal bandara Kelas III Elelim Kabupaten Yalimo resmi beroperasi setelah diresmikan Bupati Yalimo Lakius Peyon, Kamis (15/11) kemarin. Dengan adanya gedung ini, maka pemeriksaan terhadap penumpang yang ingin bepergian dengan pesawat dapat dilakukan pengawasan oleh petugas bandara Yalimo.

  Bupati Yakimo Lakius Peyon mengaku  bandara ini diambil alih dan dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Untuk itu, Pemkab Yalimo berterima kasih, karena Kemenhub telah  membangun landasan, terminal, dengan beberapa perumahan.

“Kami berharap ke depan ada pembangunan-pembangunan yang lain, misalnya landasan ini diperpanjang lagi. Minimal hingga pesawat jenis  ATR bisa masuk ke Yalimo.”ungkapnya Kamis (15/11) usai meresmikan Gedung terminal Bandara Kelas III Elelim

   Pemerintah berharap ke depan Bandara ini bisa menjadi Bandara alternatif setelah bandara Wamena karena dari sisi letak sudah memenuhi syarat, untuk suatu saat bisa menjadi Bandara alternatif. Bandara ini sebelumnya dibangun oleh masyarakat/pihak GKI untuk keperluan penginjilan sekitar tahun 1980-an  dipakai oleh misionaris. Setelah kabupaten ini ada di tahun 2008, pemerintah daerah mulai bangun 2009.

  “Sekitar tahun 2013 kita usulkan ke kementerian pusat untuk mengambil alih pembangunannya, pesan kita kepada kementerian bahwa bandara Wamena sendiri kita lihat pesawat sudah cukup padat. baik pesawat besar maupun kecil. kami siap menampung pesawat-pesawat kecil,”jelas Lakius

  Ia juga memastikan, terkait hak ulayat memang sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, dimana penda Yalimo terus bangun komunikasi dengan masyarakat adat dan ke depan tentu pihaknya akan usahakan supaya bisa ada pelepasan tanah dan pembayaran tanah ini akan diupayakan secara bertahap.

Di tempat yang sama Plt. Kepala Bandara Wamena Marthen Letsoin mengungkapkan bahwa sesuai kontrak  pembangunan Bandara ini menelan dana  sebesar Rp 8, 83 miliar. Diakui bangunannya memang agak unik, dimana h desain atap yang menggunakan besi hollow, dengan luas   600 meter persegi.

  “Kita juga ada  rencana, di sebelah terminal ini akan dibangun terminal kargo yang lebih besar lagi, karena melihat potensi bandara Elelim, aktifitas kargo sangat tinggi.”tuturnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *