Tahun 2019 Jalan Trans Papua Tersambung

Sulo/Radar Merauke
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika meninjau  pembangunan jalan Trans Papua Merauke-Sota, Kamis (15/11).

MERAUKE-Selain meninjau Monumen Kapsul  Waktu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan   Rakyat Republik Indonesia Basuki Hadimuljono meninjau   pembangunan Jalan Trans Papua  Merauke-Sota,   Kamis (15/11).

   Jalan trans Papua  yang dikunjungi Menteri  Basuki  Hadimuljono ini,  juga  akan menjadi rute perjalanan  Presiden Republik Indonesia Jokowi saat mengunjungi Tapal Batas RI-PNG di Sota, Kabupaten Merauke, hari ini.

    Saat peninjauan jalan   Trans Papua  tersebut, Menteri  Basuki Hadimuljono didampingi sejumlah Dirjen Kementrian PU, kemudian  Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah XVII Papua Oesman Marbun, Kepala BWS Papua Merauke Nombrot Rumaropen, ST, MT dan Kepala Satuan Kerja   Penyelenggara Jalan Nasional II Merauke Nur Syafruddin, ST, MT dan sejumlah Kasatker  Jalan Nasional Papua.

    Dalam perjalanan itu, Menteri    Basuki  Hadimuljono sempat turun di salah satu titik  yang sedang di kerjakan yakni jalan  Merauke-Sota.     Setelah itu melanjutkan perjalanan sampai ke Sota.

    Secara umum, jalan Trans Papua Merauke-Sota tersebut  sudah bagus dan mulus. Seluruhnya, hampir diaspal dengan menggunakan Hotmix.   

    Kepada wartawan,  Basuki  Hadimuljono berharap di tahun 2019 mendatang, jalan Trans  Papua  bisa tersambung semua.   ‘’Jalan   Trans Papua ini, memliki panjang  3.534 kilometer  dan itu akan tersambung semua di 2019,’’ kata Menteri.

    Menurutnya, untuk  jalan Trans Papua ini bisa tersambung  maka dibutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun. Namun   dana ini baru  untuk pembentukan jalan. Artinya    tersambung dengan asumsi bahwa  untuk pembentukan jalan  tersebut dibutuhkan Rp 5 miliar perkilometer.

     ‘’Itu belum termasuk  pengerasan sampai aspal. Kalau dengan pengerasan sampai aspal  dibutuhkan anggaran sekitar Rp 10 miliar  perkilonya,’’ terangnya.

   Sementara khususnya untuk jalan di perbatasan, yakni antara    Indonesia dan Papua New Guinea  dengan panjang jalan sepanjang 919 kilometer.  dari jumlah ini, kata Menteri Basuki Hadimuljono, yang sudah  diaspal sepanjang 747 kilometer.

    Sedangkan   yang sudah dibentuk jalannya namun belum dilakukan  pengerasan dan aspal sepanjang  172 kilometer.  ‘’Sementara yang belum tembus sepanjang 179 kilometer,’’ jelasnya.

    Menteri Basuki Hadimujono menjelaskan, jalan yang  belum  tembus   tersebut jalan dari Waropko, Kabupaten Boven  Digoel ke Yetti-Ubrub, Kabupaten Pegunungan Bintang.

    Menurut Menteri, daerah  tersebut memang sangat terjal sekali dan tidak mudah untuk menembusnya. ‘’Kita sedang berpikir  bagaimana untuk  jalan bisa tembus  ke sana,’’  tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *