SMK PP Gelar Pameran dan Pentas Seni

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultural Provinsi Papua, Samuel Siriwa saat mengunjungi stand di sela-sela kegiatan pameran dan pentas seni yang diselenggarakan oleh SMK Pertanian dan Pembangunan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kamis (15/11).(FOTO :Yewen/Cepos)

SENTANI-Memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober 2018 lalu, SMK Pertanian dan Pembangunan Kabupaten Jayapura menggelar kegiatan pameran dan pentas seni yang berlangsung di SMK Pertanian dan Pembangunan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kamis (15/11).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultural Provinsi Papua, Ir. Samuel Siriwa mememberikan apresiasi kepada SMK Pertanian dan Pembangunan (PP) Kabupaten Jayapura yang telah melaksanakan kegiatan pameran dan pentas seni tersebut.

“Kami apresiasi pihak sekolah, terutama kepala sekolah, dewan guru, dan anak-anak yang pertama kali menyelenggarakan kegiatan pameran dan pentas seni di SMK PP Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Menurut Samuel, kegiatan pameran dan pentas seni yang ditampikan ini merupakan bagian dari prestasi yang ditampilkan oleh pihak SMK Pertanian dan Pembangunan Daerah (PP). Oleh karena itu, hal yang positif ini harus terus dikembangkan setiap tahunnya.

“Ini merupakan prestasi yang baik, sehingga kami terus memberikan dukungan, kalau boleh kegiatan ini tidak sampai di sini, tapi terus dikembangkan ke depan ,”ucapnya.

Pihaknya berharap ke depan jika ditampilkan lagi agar lebih bagus, sehingga menjadi program rutinitas dalam mengembangkan seni dan budaya serta makanan-makanan khas lokal Papua,” tambahnya.

Dia menyatakan, penampilan seni budaya oleh para siswa dalam pentas seni ini merupakan hasil karya mereka. Di mana secara teori sudah didapatkan di bangku pendidikan dan telah ditampikan dalam bentuk praktek di momentum kegiatan hari ini (kemarin-red) di masing-masing stand yang ada.

“Kita lihat di stand-stand banyak hal yang ditampilkan, produk pertanian dalam arti luas, baik tanaman holti, perkebunan, peternakan dan agrobisnis lainnya. Tapi dalam bidang seni juga mereka tidak kala, mereka tampil kesenian untuk masing-masing budaya,”pungkasnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *