Kemacetan yang Kian Parah Di Mata Para Sopir Abepura-Entrop

Salah satu pengemudi sedang menunggu penumpang di seputaran lingkarana Abepura, Rabu (14/11). (FOTO : Robert Mboik/Cepos)

Pendapatan Taksi Menurun, Sebagian Memilih Istirahat di rumah

Kemacetan yang sering terjadi dibeberapa titik ruas jalan Abepura- Entrop dan sekitarnya belakangan ini. Kondisi ini membawa dampak tersendiri bagi para sopir angkutan Kota. Apa yang mereka lakukan atas situasi seperti itu?

Laporan Robert Mboik Cendrawsih Pos

Ditutupnya ruas jalan alternatif di Kota Jayapura karena perbaikan jalan membawa banyak pengaruh bagi masyarakat pengguna jalan di Kota Jayapura. Salah satu yang paling terkena dampak dari kondisi itu adalah para sopir angkutan kota yang selama ini melalui rute Entrop hingga Abepura dan sekitarnya.

Kemacetan yang terjadi di Kota Jayapura memang bukan baru pertama terjadi sebelum jalan alternatif diperbaiki kemacetan juga sering kali muncul. Namun kondisinya belum separah yang terjadi belakangan ini. Para sopir mengaku kemacetan yang terjadi akhir-akhir ini memang diperburuk dengan adanya perbaikan ruas jalan alternatif.

Sehingga akibatnya semua kendaraan baik umum maupun pribadi, besar atau kecil semuanya harus melalui satu jalur yakni jalur Entrop Abepura dan Sentani.Kondisi ini akhirnya menyebabkan kemacetan yang luar biasa dibeberapa titik yang selalu terjadi hampir setiap hari bahkan hingga sore hari. Bagi para sopir menjalani aktifitas sebagai pengemudi mobil taksi memang sangat sulit dilakukan pada saat kondisi macet seperti itu.

Karena selain harus konsentrasi pada lajur yang dilalui juga harus melayani penumpang yang naik turun. Persoalan seperti ini mungkin akan sedikit bisa terurai apabila setiap warga pengguna jalan bisa menerapkan aturan lalulintas yang baik dan benar sesuai aturan yang ada.

“Kalau pendapatan saat macet itu jelas berkurang. Karena namanya taksi tidak bisa buru-buru. Apalagi kalau saat macet kita hanya bisa jalan ditempat,” Ujar Kiran salah satu pengemudi taksi yang ditemui koran ini di sekitar Lingkaran Abepura, Rabu (14/11) kemarin.  Tidak banyak yang tahu, kalau ternyata selama jalanan macet parah ada juga para pengemudi taksi ini yang memilih istirahat dirumah. “Sebenarnya bukan karena malas tapi pilihan itu terpaksa harus dilakukan karena melihat jalanan yang selalu macet” katanya.

Menurutnya Pilihan ini memang sangat berat karena berdampak langsung dengan pendapatan harian mereka. Jika lalulintas dijalanan sedang normalnya, pendapatan harian mereka relatif baik. Sehari bisa Rp 400 hingga Rp 500 ribu. Namun apabila kondisi jalanan macet pendapatan hanya berada dikisaran Rp 250 ribu.

  Mulai kemarin para sopir ini sudah mulai tersenyum lantaran jalan alternatif sudah kembali dibuka. Kondisi seperti ini diharapkan terus dipertahankan kedepan.”Kemarin polisi sudah pasang informasi katanya jalan alternatif sudah bisa dilalui. Kalau seperti itu maka jalanan akan kembali normal,” tandasnya.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *