Jelang Akhir Tahun, Semua Proyek Harus Tuntas

Fiktor/Cepos
Tampak pekerja sedang menginstalasi pipa pembangunan jaringan air bersih yang sumber anggarannya dari DAK tahun 2018 di Kampung Adadikam Distrik Swandiwe, Kabupaten Biak Numfor, pekerjaannya kini sudah tuntas. Diupayakan semua program fisik tuntas tepat waktu sehingga tidak jadi beban anggaran tahun berikutnya.

BIAK. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Biak Numfor Lot Yensenem, SE, M.Si mengatakan bahwa tidak akan mentolerir pembayaran terhadap setiap program yang terlambat diselesaikan. Kalau ada program yang tidak diselesaikan tepat waktu maka tentu saja tidak bakalan dibayarkan.

  Untuk itu mengingatkan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai  pengelola kegiatan supaya memperhatikan waktu tahun anggaran 2018 yang tinggal kurang lebih satu bulan. Bahkan khusus untuk kegiatan fisik yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) wajib selesai lebih awal dari kegiatan fisik yang didanai oleh anggaran Otonomi Khusus (Otsus).

  “Kami ingatkan supaya program yang sudah jalan diselesaikan tepat waktu, ya khusus untuk kegiatan yang dibiayai oleh DAK akan dilakukan monitoring dan evaluasi tanggal 30 November ini, termasuk kegiatan yang didanai Otsus juga akan dievaluasi dan dimonitoring langsung realisasinya di lapangan,” katanya  kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

  Menurutnya, bahwa untuk pembayaran semua kegiatan yang sumber anggarannya dari DAK paling lambat tanggal 15 Desember 2018. Dengan begitu, maka kegiatan yang tidak selesai tepat waktu dan belum bisa mengajukan tagihan pembayaran hingga dengan tanggal 15 Desember karena belum selesai tidak akan dilayani lagi.

  “Jadi kepada OPD dan pihak ketiga supaya memperhatikan waktu pekerjaan, tentunya dengan kualitasnya juga. Sebab kami tidak akan melakukan pembayaran begitu saja, kalau dokumen lengkap dan selesai dengan baik dibayarkan. Tapi, kalau hanya mengejar batas waktu pembayaran lalu pekerjaan belum selesai kami juga tidak akan layani, siapa yang mau ikut masuk penjara,”  tandas Lot Yensenem.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *