BPOM Membantah Ada Pemerasan

Hans Kakerisa: Uang Rp 15 Juta itu Titipan dari Tersangka untuk Keluarganya

  TERKAIT masalah ini, Cenderawasih Pis sudah berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada penyidik PPNS yang dimaksud. Namun saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri beberapa waktu lalu, yang bersangkutan enggan berkomentar. ” Silahkan ke kantor, karena ada mekanisme, ada SOP dalam menyampaikan statement. Silahkan ketemu langsung dengan kepala BPOM,” ungkapnya.
Sesuai arahan yang bersangkutan, media inipun berusaha menemui kepala BPOM Kota Jayapura itu pada, Senin (12/11) dan Selasa (13/11), namun salah satu staf yang bernama Desi mengatakan Kepala BPOM sedang keluar kantor.

  Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Papua Hans Kakerisa yang baru berhasil ditermui pada Rabu (14/11) ketika dikonfirmasi masalah ini menegaskan apa yang disampaikan oleh pihak keluarga dan APSO itu merupakan cara untuk melemahkan proses hukum yang tengah berlangsung saat ini.

  Dia juga membantah keras atas tudingan pihak keluarga tersangka dan APSO yang menyatakan penyidik BPOM diduga telah melakukan upaya pemerasan sekaligus meminta dan menerima uang sebesar yang disebutkan itu.
“Upaya mereka untuk mempraperadilankan kami sudah, tapi kalah. Saya tegaskan kalau mereka punya bukti silahkan tempuh jalur hukum. Kalau tidak maka saya akan pidanakan mereka karena melakukan pencemaran nama institusi yang kami pimpin,” kata Hans Kakerisa saat ditemui Cenderawasih Pos di Kantor BPOM Kelas I Jayapura, Rabu (14/11), kemarin.
   Kendati demikian, dirinya berjanji akan mendalami informasi yang menyatakan stafnya meminta imbalan dalam setiap proses penyidikan. Apabila terbukti maka siapapun yang berani melakukan pelanggaran seperti yang disebutkan itu akan dicopot dari jabatannya bahkan dipecat.
  Dia menjelaskan, mengenai uang Rp 15 juta yang disebutkan itu sebenarnya bukan uang yang diminta atau uang sogokan. Tetapi uang itu sengaja dibawa oleh tersangka pada saat proses penyidikan berlangsung. Kemudian saat akan dijebloskan kedalam tahanan yang bersangkutan menitipkan uang tersebut ke salah satu stafnya untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
  Lanjut dia, terkait dengan status dan dakwaan yang diterima H. Subarso saat ini sudah setimpal dengan apa yang dilakukannya selama ini. Sebab penemuan makanan kadaluwarsa ditempat usaha miliknya bukan baru pertama kali terjadi. Terhitung sudah tiga kali yang bersangkutan melakukan kesalahan yang sama dan oleh pihak BPOM sudah melayangkan teguran hingga peringatan keras.
“Yang terakhir ini kami lakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” paparnya. (roy)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *