Stok Berkurang, Harga Telur Naik

Aktifitas bongkar muatan di Bandara Kargo Wamena.(FOTO :Denny/ Cepos)

WAMENA- Kabid Perdagangan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Arisman Chaniago mengaku akibat stok telur yang  mulai berkurang, memicu harga telur di pasaran Wamena naik, dari semula  kirasan Rp 80 ribu per rak, kini naik menjadi Rp 90 ribu per rak.

Menurutnya, stok berkurang karena pasokan dari Surabaya terlambat atau masih dalam perjalanan dengan kapal ke Jayapura. “Telur Surabaya harganya di bawah telur lokal Papua. Surabaya Rp 75 ribu per-rak, telur lokal Papua sudah mengalami kenaikan dari Rp 80 ribu menjadi Rp 90 ribu,” katanya.

  Meski naik, namun kata Arisman, masyarakat lebih suka telur lokal dibanding telur dari Surabaya. Namun kedatangan telur surabaya ini untuk menutupi harga telur yang nanti akan melonjak tinggi dalam bulan desember ini

   “Telur lokal Papua diminati karena  lebih segar. Karena hari ini bertelur, besok sudah sampai di Pasaran Wamena,” katanya.

  Arisman memastikan ketersediaan telur lokal Papua di Wamena akan tercukupi hingga Desember. Sebab pemasok sudah memberikan jaminan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan dari prasaran wamena. Ini karena telur tersebut dikembangkan di Jayapura dan distributornya di Wamena

   Ia menambahkan, sesuai dengan hasil pemantauan Disnakerindag di pasaran, khusus untuk komoditi telur bukan mengalami kekosongan, tetapi hanya berkurang. Sementara untuk BBM jenis solar, ia memastikan tidak mengalami hambatan. Hanya saja, sempat  mengalami keterlambatan pelayanan, karena solar yang naik dari Jayapura mengalami keterlambatan.

  “Untuk solar subsidi tidak bisa diganggu gugat, alokasinya tepat. Kecuali solar industri, itu beda, dan itu tetap berjalan. cuma industri diperuntukan buat perusahaan-perusahaan.” tambahnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *