Rencana Merpati Beroperasi Lagi, Jadi Angin Segar

Frederikus Gebze, SE, M.Si (foto :Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE-Rencana  Merpati Airline untuk kembali beroperasi  setelah dibekukan pemerintah selama kurang lebih 5 tahun dan akan beroperasi kembali  pada    tahun 2019 mendatang disambut baik Pemerintah Kabupaten Merauke.

   Kepada wartawan di Merauke, bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si menanggapi  rencana Merpati Airline  untuk beroperasi  kembali di tahun 2019 tersebut menyatakan sebagai  angin segar.

   “Kami dari Pemerintah Kabupaten Merauke jelas sangat menyambut baik rencana Merpati untuk kembali beroperasi  tersebut,’’ kata  Frederikus Gebze.   

   Diketahui, antara PT Merpati Air dan Pemerintah Kabupaten Merauke  telah terikat kontrak kerja sama MoU dalam mengoperasikan 3 pesawat Boeing 737 seri 300 dan 1 pesawat Twin Otter milik Pemerintah Kabupaten Merauke. Hanya saja, karena operasional PT Merpati dibekukan oleh Kementerian Perhubungan  Republik  Indonesia sehingga sejak dibekukan tersebut pesawat milik  pemerintah juga tidak bisa terbang.

   ‘’Ya dengan rencana kembali  operasional tersebut, kita berharap Merpati juga bisa mengoperasikan kembali pesawat-pesawat milik kita. Dengan demikian, kita ada pemasukan dana operasional   pesawat-pesawat  tersebut,’’ jelas  bupati.   

    Menurut bupati, Tim KSO maupun  Tim Hukum  Pemda sedang melakukan pendalaman   bagaimana dengan pesawat-pesawat milik Pemkab Merauke  tersebut terkait dengan pertanggungannya, kerja samanya.

    ‘’Nah, sekarang Tim kita sedang negosiasi   dengan mereka, apakah pesawat-pesawat kita itu bisa dipakai atau tidak.   Kalau tidak bisa lagi bagaimana. Tapi kita doakan agar dia bisa   terbang lagi bersama dengan Merpati. yang penting asset kita  itu bisa dikelola dengan baik,’’ tandasnya.    

    Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Meraue Nataniel Palittin, ST yang juga anggota    dari Tim KSO  juga berharap  pesawat- pesawat milik Pemkab Merauke tersebut bisa dikelola dan dioperasionalkan kembali oleh PT Merpati.

   ‘’Tapi kalau tidak,   berarti Merpati kembalikan asset kita sesuai dengan  perjanjian KSO kedua belah pihak,’’ terangnya.

     Menurutnya, dari 4 pesawat tersebut, 2 pesawat diantaranya sepenuhnya menjadi asset Pemkab Merauke yakni  Twin Otter Musamus  dan Boeing 737 seri 300 Kli. Namun untuk boeing 737 seri 300 Bugodi dan Aoba  masih atas nama PT Merpati.    

   Sebab, saat pembelian Pemerintah  Kabupaten Merauke tidak memiliki  perusahaan airline yang menjadi syarat   untuk pengadaan pesawat. Sehingga Pemkab Merauke menginvestasikan uangnya atau memberikan uangnya kepada Merpati Airline  untuk membeli pesawat  tersebut. Tentunya masih atas nama  PT Merpati. (ulo/gin/tri) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *