Persitoli Dan Persewar Wakili Papua

Pemain Persitoli Tolikara saat melakukan selebrasi kemenangan menuju babak 32 besar Nasional Liga III, setelah mengalahkan Persiter Ternate dengan skor 3-0 pada leg kedua di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (14/11).( FOTO : Erik / Cepos)

Lolos ke Babak 32 Nasional Liga III PSSI

JAYAPURA-Tim sepakbola Persitoli Tolikara yang kalah 3-1 dari Persiter Ternate pada leg pertama, berhasil melakukan comeback menawan setelah mengalahkan Persiter Ternate dengan skor 3-0 tanpa balas pada leg kedua di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (14/11).

Kemenangan 3-0 membuat Persitoli Tolikara unggul dengan agregat 4-3, sehingga memastikan satu tiket pada babak 32 Nasional Liga III PSSI. Persitoli dan Persewar Waropen menjadi dua tim yang mewakili Papua-Papua Barat berlaga di babak Nasional.

Manager Persitoli Tolikara, Domiles Wanimbo mengatakan, kemenangan Persitoli 3-0 tanpa balas berkat kerja keras para pemain yang sudah berusaha sejak menit awal.

Domiles juga menjelaskan, perjuangan Persitoli hingga menapaki babak 32 besar nasional bukan merupakan perkara muda bagi anak asuhan Issan Sambur itu.

“Perjuanagan kami dari babak awal hingga sampai pada babak nasional ini butuh perjuangan keras, hari ini sudah membuahkan hasil,” ungkap Domiles kepada wartawan usai pertandingan.

Dirinya menuturkan mengenai dengan persiapan Persitoli Tolikara di babak nasional nantinya. Termasuk penambahan lima kuota pemain.

“Yang jelas akan ada penambahan lima pemain, kita sudah lihat ada beberapa pemain yang akan kita ambil. Seperti dari Persisos Sorong Selatan, Persiter Ternate dan Persemi Mimika. Kami akan melihat pemain yang memiliki kualiatas di atas rata-rata,” terangnya.

Selain itu, Domiles juga meminta dukungan bagi para masyarakat Papua untuk terus mendukunga Persitoli Tolikara dan Persewar Waropen yang mewakili Papua di babak nasional Liga III PSSI.

Sementara itu, Pelatih Persiter Iswan S. Karim mengakui kekalahan mereka, dan respek kepada Persitoli yang dianggap layak memenangkan pertandingan ini.

Iswan menjelaskan, bahwa pemainnya sudah berjuang maksimal, termasuk strategi yang diterapkan juga dianggap sudah berjalan dengan baik. Hanya saja, pemainnya dianggap gugup saat bermain di Stadion Mandala Jayapura.

“Pemain kelihatan drop bermain di Stadion Mandala, juga ada tekanan, dan Persitoli juga lebih siap bermain di kandang sendiri. Tetapi soal kalah dan menang itu hal biasa dalam sepak bola, pemain sudah berusaha tapi hasilnya belum memihak kepada kita,” ujarnya.

Kekalahan ini juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Persiter Ternate untuk lebih mantapkan skuad. Sebab, mereka sudah ditunggu laga berat saat menjamu PSM Makassar pada Piala Indonesia. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *