Pembahasan Masalah HAM Akan Dilakukan di Papua

Iwan Santoso, SH, M.Si (FOTO : Robert Mboik/Cepos)

JAYAPURA-Polemik mengenai pembahasan penyelesaian masalah HAM Papua di Jakarta mendapat klarifikasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Papua Iwan Santoso, SH, M.Si.

Menurutnya undangan dari kementerian Hukumdan HAM Pusat tersebut untuk mengahadiri pembahasan awal mengenai penyelesaian masalah pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh dan Papua. “Jadi undangan itu baru sebagai langkah awal,” kata Iwan Santoso, SH, M.Si saat ditemui Cendrawasih Pos, Rabu (14/11), kemarin.

Menurutnya, terkait dengan upaya-upaya tersebut kedepannya ini tidak saja dilakukan oleh satu atau dua lembaga saja. Namun hampir seluruh instansi dan lembaga pemerintah yang ada akan dilibatkan semua.

Hasil pertemuan dari tim terpadu penanganan masalah dugaan pelanggaran HAM berat baru sampai pada keputusan Menteri Koordinator bidang politik hukum dan keamanan RI Nomor 69 Tahun 2018 tentang tim terpadu penanganan pelanggaran HAM berat.

“Jadi kebetulan yang ditunjuk menjadi ketua TIM itu Direktur Jendral HAM KemenkumHam. Terkait dengan itu Ketua Tim ini baru mengundang pihak Kemenkumham wilayah Papua dan Aceh, pemerintah setempat dan juga lembaga-lembaga yang terkait. Undangan itu dimaksudkan untuk mengadakan pembahasan awal sebelum nanti akan dibahas di Papua dan Aceh,”jelasnya

Oleh karena itu, dia menegaskan pembahasan mengenai dugaan pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi itu pasti tetap dilakukan di masing-masing wilayah yaitu Papua dan Aceh sebagai wilayah yang diduga sebagai lokasi terjadinya tindak pelanggaran HAM tersebut.

Mengenai hal ini sambung dia, pihaknya akan bertemu dengan pemerintah daerah provinsi Papua untuk menyampaikan hasil atau tujuan pertemuan yang sudah dilakukan bersama tim terpadu di Jakarta belum lama ini. “Jadi tanpa diminta masyarakatpun pemerintah sudah memastikan pembahasaan masalah HAM akan dilakukan di Papua,”tuturnya. (roy/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *