Masyarakat Harus Berdaya Merespon Agenda Nasional

BERI MATERI – Prof Dr Baltazar Kambuaya MBA ketika memberi materi dalam kegiatan Seminar Laporan Akhir Hasil Inovasi dan Pengembangan Derivatif Produk Komoditas Unggulan di Papua yang diselenggarakan di Hotel Aston Jayapura, Rabu (14/11).( FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Momen agenda PON tahun 2020 di Papua sudah seharusnya tak hanya menjadi hajatan Pemprov Papua untuk menyiapkan segalanya. Pemerintah daerah terlebih masyarakat juga harus siap untuk menjadi tuan rumah yang baik. Semuanya harus dipersiapkan baik dan memberi kontribusi apa yang bisa dilakukan. Selain itu yang harus dipahami adalah ini merupakan agenda nasional, hanya tempatnya saja di Papua sehingga sebagai tuan rumah harus siap menjamu.

Hal tersebut menjadi salah satu poin yang muncul dalam Seminar Laporan Akhir Hasil Inovasi dan Pengembangan Derivatif Produk Komoditas Unggulan di Papua. “Harapan Pemprov dari komoditi unggulan ini baik kopi, sagu, buah merah termasuk padi bisa memberikan poin plus dalam ketahanan pangan dan yang terpenting masyarakat ikut andil mengembangkan diri dari SDA yang dimiliki,” kata Asisten 3 Setda Provinsi Papua, Eli Auri disela-sela kegiatan. Ini paling tidak akan ikut medorong proses pembangunan di sektor ekonomi masyarakat.

Terkait even nasional disebutkan bahwa tahun 2019  ada tiga even besar di Papua yakni Popnas, Perpanas dan Pra Pon. Masyarakat harus siap dengan melihat peluang dan pihaknya juga akan meminta pihak hotel restoran untuk terlibat menghidupkan pangan lokal. Senada disampaikan Kepala Badan Litbang Kemendagri, Drs Dodi Riyamadji MM mengatakan bahwa ketika ia di San Fransicso banyak yang membicarakan soal hutan Papua. Pemprov diharapkan bisa memiliki gagasan besar dengan melibatkan lembaga penelitian di Indonesia untuk  menggarap lebih maksimal komoditi unggulan yang dimiliki.

“Ada buah merah, sarang semut dan barang lain di luar kayu.  Coba melakukan penguatan kelembagaan daerah  dengan endingnya keterlibatan atau peran masyayarakat yang berkaitan dengan hasil hutan,” imbuhnya. Pemateri lainnya, Prof Dr Baltazar Kambuaya MBA menambahkan bahwa jika berbicara soal hasil inovasi dan pengembangan derivatif produk komoditas unggulan di Papua maka harus ada daya saing. Jika produktifitas daerah meningkat maka ksejahteraan akan meningkat. Ini dikatakan tak mudah namun harus dicoba. “Yang dibutuhkan adalah komitmen yang kuat dari pemimpin. Papua harus memiliki daya tarik tersendiri dan peluang tersebut ada,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *