Bank Papua Berdayakan Masyarakat Melalui CSR

Contoh rumah pengering kopi yang diberikan Bank Papua kepada para petani kopi dalam bentuk CSR, yang bertujuan untuk membantu para petani kopi dalam memproduksi biji kopi yang berkualitas, Rabu (14/11) kemarin. (FOTO :Bank Papua for Cepos)

JAYAPURA –Managemen Bank Papua siap memberdayakan masyarakat asli Papua melalui peningkatan kapasitas, pembiayaan dan bantuan sarana prasarana yang dipadukan dengan pembiayaan.

Guna meningkatkan peran Bank Papua tersebut, di tahun 2018 ini Bank Papua menargetkan penyaluran dana CSR sebesar Rp 3 miliar dan yang sudah terealisasi sebesar Rp 1,2 miliar sampai dengan awal November 2018.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Rakyat (PER) Bank Papua, Kusyanto mengatakan,  penyaluran CSR yang pihaknya lakukan masih fokus pada sektor pertanian dan perikanan.

Pihaknya secara bertahap terus memberdayakan masyarakat Papua dalam meningkatkan potensi yang dimiliki, baik dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan dan sebagainya.

“Kami dianggarkan untuk CSR sebesar Rp 3 miliar, akan tetapi target tersebut tidak bisa kami selesaikan di tahun 2018 ini dan juga tidak diwajibkan untuk harus direalisasikan, yang terpenting penyaluran CSR tersebut harus efektif dan betul-betul bisa menyentu lapisan masyarakat di Papua,” ungkap Kusyanto kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/11) kemarin.

Bantuan yang pihaknya berikan saat ini melalui CSR Bank Papua adalah bantuan sarana dan prasarana. Khusus untuk pertanian saat ini pihaknya sedang mengupayakan pembangunan rumah produksi sagu di Kampung Simporo di Sentani, dimana rumah produksi tersebut pihaknya targetkan mampu memproduksi tepung basah atau sagu sebanyak 2,5 ton/hari.

“Hal ini kami lakukan karena melihat potensi sagu di Sentani cukup banyak, bahkan dalam memanen sagu-sagu tersebut masyarakat masih kewalahan sehingga yang lain terpaksa gagal dipanen dan akhirnya rusak. Rumah Produksi Sagu ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan bersama pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam meproduksi sagu. Kami Bank Papua akan membantu dari sisi pembiayaan dari program CSR,”jelasnya.

Selain sagu, saat ini juga pihaknya sedang berkonsentrasi terhadap para petani kopi di daerah-daerah pegunungan.

Diakui Kusyanto, untuk petani kopi pihaknya sudah mendistribusikan 60 mesin pengupas kulit kopi baik kulit luar dan kulit ari (kulit dalam biji kopi). 60 mesin ini pihaknya distribusikan kepada 6 titik kelompok yaitu Distrik Kiwirok (Kabupaten Pegunungan Bintang), Distrik Modia (Kabupaten Dogiay), Distrik Wollo (Kabupaten Jayawijaya), Distrik Piramid (Kabupaten Jayawijaya), Distrik Tiom (Kabupaten Lani Jaya) dan Ambaidiru (Kabupaten Kepulauan Yapen).

“Masing-masing distrik tersebut mendapatkan 10 mesin pengupas kopi untuk kulit luar dan 1 mesin pengupas kulit dalam biji kopi. Kami juga membantu rumah penjemuran yang berfungsi untuk menjaga suhu udara pada saat petani menjemur kopi, tanpa harus mengkhawatirkan cuaca yang sering hujan maupun panas secara bergantian,” jelasnya.

Pihaknya juga tengah mengembangkan para petani rumput laut yang ada di Serui dan Fak-Fak, yang dilakukan dengan cara pembinaan guna meningkatkan pengetahuan para petani dalam mengembang biakan rumput laut.

Diakui Kusyanto, pihaknya juga dalam menyambut PON 2020, sedang mengupayakan budidaya peternakan khususnya sapi, tujuannya untuk kesiapan daging pada saat PON 2020 mendatang. Sedangkan untuk sektor perdagangan Bank Papua telah membangun 5 dari 7 rumah kelapa di sepurataran Skyland dan Bukit Jokowi di Kota Jayapura.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *