Tidak Ada Anak Asli di KPU, Mahasiswa Protes

Mahasiwa Asmat saat menunjukkan aksi protesnya di Asrama Asmat, di Perumnas II Waena, Selasa (13/11). (FOTO : Noel/Cepos)

ASMAT-Melihat hasil keputusan KPU Provinsi untuk 5 nama anggota komisioner KPU Asmat, yang tidak satupun ada  anak asli Asmat, membuat mahasiswa Asmat secara tegas menolak keputusan KPU tersebut.

  Ketua Ikatan Mahasiswa Asmat,  Yufensius Temet mengungkapkan, sebagai anak Asmat memiliki kerinduan daerahnya  harus dipimpin oleh anak-anak asli Asmat. “Kami menolak, karena dalam penerimaan anggota komisioner KPU didominasi oleh orang luar tidak anak-anak Asmat,” kata Yufensius di Perumnas II, Waena, Selasa, (13/11).

  Untuk itu, ia meminta agar kader terbaik Asmat,  yakni Yulianus Aituru diakomodir  untuk duduk di KPU Asmat. Menurutnya, sebagai Guru Besar, dia ini harus dilibatkan karena dia layak.

   “Jika hal ini tidak dilakukan mahasiswa Asmat berkomitmen akan membuat aksi serupa di kantor pemerintahan Asmat  dan provinsi,” pungkasnya.

  Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu senior mahasiswa Asmat, Mikael Sigap mengatakan bahwa yang mengetahui kondisi masyarakat dan politik di Asmat adalah anak-anak asli. “Kalau kita mau bicara kepada masyarakat dengan bahasa,  mereka bisa dengar jika orang luar, mereka tidak berhak, jadi  kami curiga ini ada permainan, sehingga orang tua kami tidak diakomodir,” katanya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *