Siapkan Kotak ‘Jalan Tuhan’, Berikan Sanksi Sosial Bagi Anggota yang Melanggar

JALAN TUHAN: Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si.,  memperlihatkan kotak saran yang diberi nama Jalan Tuhan kepada Cenderawasih Pos di Gedung A Mapolda Papua, Selasa (13/11).(FOTO : Elfira/Cepos)

Melihat Sejumlah Gebrakan Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si

Sejak dilantik menjadi Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., melakukan sejumlah gebrakan. Apa saja gebrakan yang dibuat mantan Kadiv Propam Polri ini ? Berikut laporannya

Laporan: Elfira, Jayapura

SAAT memasuki Mapolda Papua tepatnya di gedung A yang menjadi tempat aktivitas Kapolda dan Wakapolda Papua, terdapat sebuah kotak kayu. Bagian depan kotak kayu tersebut terdapat tulisan “JALAN TUHAN BUKAN YANG TERMUDAH, BUKAN YANG TERCEPAT, TAPI PASTI YANG TERBAIK”.

Bagi tamu yang pertama kali datang ke Mapolda Papua tentunya mengganggap kotak kayu tersebut hanya sekedar pajangan yang memuat tulisan yang memotivasi. Namun ternyata kotak kayu tersebut merupakan kotak pos yang disengaja disiapkan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., untuk mendapatkan masukan dan kritikan dari anggotanya.

Saat bertatap muka dengan insan pers Jayapura di aula Rastra Samara Polda Papua, Selasa (13/11) kemarin, Kapolda Martuani Sormin menyebutkan bahwa kotak pos yang dipasang di gedung A sengaja ia siapkan untuk para anggotanya atau masyarakat untuk menyampaikan saran, kritikan atau keluh kesah kepadanya.

Sejak kotak ‘Jalan Tuhan’ tersebut disiapkan, Martuani Sormin mengaku sudah banyak mendapat surat yang diambil dari dalam kotak tersebut. Isi tulisan dari surat yang diterimanya bermacam-macam. Ada yang memberikan pujian terhadap dirinya, namun tidak ada juga tulisan yang mengkritik gaya kepemimpinannya selama menjabat sebagai Kapolda Papua.   

“Di Kotak Pos tersebut, siapa saja boleh menuliskan  keluh kesah mereka terhadap saya. Di kotak tersebut, sudah ada tulisan yang saya baca yang menyebut Kapolda baik, kejam dan lain sebagainya,” ungkap Kapolda Martuani Sormin.

Selain kritikan terhadap dirinya, Martuani Sormin juga mengaku mendapat surat yang isinya tentang pengaduan terhadap oknum anggota. Semua surat yang diterimanya dari kotak ‘Jalan Tuhan’ langsung ditindaklanjuti. “Kotak ini merupakan kontrol bagi saya selama bertugas,” tutur Martuani Sormin saat memperlihatkan kotak ‘Jalan Tuhan’ kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Saat menjabat sebagai Kapolda Papua, Martuani Sormin melihat Polda Papua seperti kehilangan roh. Oleh seba itu, dirinya bertekad untuk mengembalikan kembali roh Polda Papua dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di tanah Papua. “Saya memiliki mimpi ingin mewujudkan Polda Papua seperti Polda Metro Jayapura,” ucapnya dengan sedikit bercanda,

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, pria berwatak keras namun suka bercerita mob ini memastikan seluruh satuan unit kerja di jajaran Polda Papua berjalan dengan baik. Untuk memastikan hal itu, terkadang ia baru bisa meninggalkan Polda Papua pada pukul 20.00 atau 21.00 WIT.

“Ini bukan gagah-gagahan kalau saya pulang kantor pukul 20.00 WIT atau pukul 21.00 WIT. Tetapi saya ingin memastikan seluruh satuan unit kerja berjalan dengan baik. Saya selalu mengecek anggota sebelum saya pulang dan ini saya lakukan untuk membangkitkan motivasi dan semangat anggota saya,” ungkap nantan Kapolda Papua Barat ini.

Selama menjadi orang nomor satu di jajaran Polda Papua, Martuani Sormin sudah melakukan perubahan-perubahan radikal. Salah satunya dalam hal memberikan sanksi kepada oknum anggota yang melakukan pelanggaran. “Anggota yang melakukan pelanggaran, saya tidak tempatkan di ruang tahanan. Tetapi ia diberikan hukuman dengan ‘mempermalukan’ anggota tersebut,” ujarnya.

Hukuman ‘mempermalukan’ yang dimaksud Martuani Sormin terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran yaitu dengan membersihkan lingkungan Mapolda Papua selama 14 hari menggunakan seragam baru dan membawa peralatan bambu runcing.

Sanksi yang diberikan terhadap oknum anggota yang melakukan pelanggaran ternyata cukup efektif. Sejak sanksi itu diberlakukan, Martuani Sormin menyebutkan jumlah anggota yang melakukan pelanggaran seperti tidak mengikuti apel semakin berkurang. “Saya ‘permalukan’ mereka dengan cara seperti itu. Sebab prinsip manusia itu punya rasa malu. Jika saya hukum anggota yang sersalah dalam sel, itu percuma saja,” tandasnya.

Bagi oknum anggota yang menjalani sanksi ala Kapolda Martuani Sormin ini bisa saja menganggap hal tersebut melanggar HAM. Namun sebelum menjalankan sanksi yang diberikan, Martuani memberikan pilihan kepada anggotanya untuk memilih sanksi yang akan diterima apakah dihukum negara atau sesuai aturan yang berlaku atau sanksi sosial dengan membersihkan lingkungan Mapolda Papua.

“Hukuman yang diberikan kepada anggota yang bersalah bukan bermaksud menyiksa, melainkan  sebagai sanksi sosial atas apa dilakukan anggota tersebut harus mendapat sanksi sehingga  orang lain tidak meniru,” jelasnya.

“Inilah tampilan Polda Papua sekarang. Apa yang saya lakukan merupakan rasa cinta  dan rasa bangga saya terhadap Polda Papua, sehingga kami harus tampil bergairah. Dampak dari hukuman tersebut sekarang halaman Mapolda Papua menjadi penuh saat apel. Ternyata anggota lebih takut sama bambu runcing,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain memberikan hukuman kepada oknum anggota yang bersalah atau melakukan pelanggaran, Martuani Sormin juga tidak segan-segan memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). “Saya harus seimbang antara sanksi dan penghargaan kepada anggota yang berprestasi dengan menaikkan pangkatnya,” terangnya.

Selama menjabat sebagai Kapolda Papua, ia sudah memberikan penghargaan kenaikan pangkat kepada beberapa anggotanya di antaranya anggota Brimob Polda Papua yang terkena panah di dekat mata saat melakukan pengamanan bentrok antar warga di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang beberapa waktu lalu. “Ada juga anggota yang mendapat penghargaan kenaikan pangkat karena dedikasinya dalam menjalankan tugas yaitu salah seorang anggota yang terkena tembak saat Polsek tempatnya bertugas diserang KKB,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *