Nyaman Tugas di Papua,  Siap Beri Pelayanan Maksimal

AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK, M.Si. (FOTO : Fiktor/Cepos)

Lebih Dekat dengan Kapolres yang Baru AKBP Mada Indra Laksanta, SIK., M.Si

AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK, M.Si mulai menjalankan tugas barunya sebagai Kapolres Biak Numfor, sejak pekan lalu setelah Sertijab dengan pejabat lama. Meski lahir dan besar di Jakarta, namun  Kapolres yang baru ini sebenarnya bukan orang baru di wilayah Polda Papua.

LAPORAN : FIKTOR PALEMBANGAN, Biak

Perwira dengan dua melati di pundak  ini, nampaknya sudah betah tugas di wilayah Papua. Ya,  sebelum dipercaya sebagai Kapolres Biak Numfor, dia beberapa kali menduduki jabatan di wilayah Polda Papua dan terakhir menjabat sebagai Kapolres Tolikara. Tak heran, jika budaya dan kondisi di wilayah Papua khususnya sudah sedikit banyak telah dipahami.

  Pria kelahiran Jakarta, 21 Desember 1974  ini menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998.  Sebelum menjabat sebagai Kapolres Tolikara, bapak dari tiga orang anak ini sempat menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Mimika, Kabag Ops Polres Mimika.

  “Sebelum jadi Kapolres Tolikara, saya sebelumnya memang sudah pernah tugas ke Papua, boleh dikatakan di Papua lumayan lama. Jadi budaya dan kondisi di Papua ini sedikit banyak sudah tahu,” ujarnya

  “Pertama kali tugas di Papua saat itu, saya kira akan seperti apa tapi kenyataannya Papua tidak sama dengan yang diceritakan orang di luar Papua, aman-aman saja dan saya merasa nyaman selama bertugas. Di Papua tentunya banyak waktu dekat dengan keluarga dan merasa tenang,” sambungnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Mapolres, kemarin.

  Dalam menjalankan tugas yang diembannya sebagai Kapolres itu, lulusan PTIK  tahun 2007 ini ini menyatakan akan terus memotivasi jajarannya dan anggotanya supaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, sebagaimana tugas dan fungsi pokok kepolisian itu.       

  “Mengayomi, melayani dan tetap memberikan jaminan rasa aman serta perlindungan kepada masyarakat merupakan suatu kewijaban yang harus kami lakukan. Untuk itu maka koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak tanpa terkecuali wajib saya lakukan,” tandas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pancasila Jakarta selama empat semester ini.

  Tak hanya itu, lulusan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) tahun 2015 ini juga menyatakan bahwa selama menjalankan tugas sebagai Kapolres Biak Numfor, maka hal yang harus dilakukan adalah ikut mendukung pemerintah daerah setempat dalam mensukseskan berbagai program pembangunan.

  Koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah serta semua unsur terkait, termasuk intitusi TNI dari berbagai satuan dan intansi pemerintah lainnya dinilai sebagai hal yang tak terpisahkan dari tugasnya sebagai Kapolres. Karenanya komunikasi dan sinergitas adalah hal yang wajib dilakukannya.

  “Komunikasi dan kerja sama dengan semua Forkopimda, pemerintah daerah dan satuan aparat keamanan tentu hal yang harus saya lakukan. Kami akan berupaya memberikan dukungan serius terhadap suksesnya pembangunan di daerah ini supaya kedepan lebih baik lagi,” tandas mantan Koorspripim Polda Papua.

  Didampingi sang istri,  Heti Junaidah, saat tiba Biak Numfor menjalankan tugasnya barunya disambut disambut  dengan prosesi adat Mansorandak (menginjak piring) ketika baru masuk di halaman Mapolres Biak Numfor.   Prosesi adat Mansorandak juga didalamnya terkandung  nilai-nilai persaudaraan, kekeluargaan dan bagian dari penghormatan kepada tamu (orang baru) yang datang disatu wilayah tertentu. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *