Masih di Bawah Umur, Tersangka Pembunuh Penjual Cilok Diserahkan ke Kejari

JAYAPURA-Tersangka MR (17) yang merupakan salah satu pelaku dari tiga pelaku pembunuhan terhadap korban S (45) seorang penjual cilok akhirnya diserahkan ke pihak Jaksa Penuntut Umum(JPU) di Kantor Kejaksaan negeri Jayapura oleh pihak penyedik Polsek Abepura.

Sementara itu pengiriman tersangka dan Barang Bukti (Tahap 2) ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura tersebut setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P-21).

Kapolres Jayapura, AKBP,Gustav R.Urbinas melalui Kapolsek Abepura, Kapolsek Abepura, AKP Dionisius VDP Helan,SIK mengatakan tersangka MR (17) merupakan salah satu pelaku dari tiga pelaku atas kasus pembunuhan terhadap korban S (45) seorang tukang cilok yang terjadi di Kali Acay depan salon Wanda Distrik Abepura Kota Jayapura Kamis 26 Oktober sekira jam 23.30 WIT lalu.

Kapolsek menjelaskan,berhubung tersangka MR merupakan anak dibawah umur sehingga berkas perkara displit dan didahulukan dari kedua rekannya.

“Peran tersangka MR ketika itu hanya memukul korban dua kali dengan mengunakan tangan.Tetapi atas perbuatanya tersebut tersangka harus tetap jalani proses hukum atas tindakannya itu,”ucap Kapolsek.

Sementara itu atas perbuatanya tersebut tersangka disangkakan dengan pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP, pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.
Ditanya soal kedua rekannya,dimana Kapolsek menjelaskan kedua rekan tersangka sedang didalam kelengkapan berkas perkarannya oleh penyidik polsek Abepura dan akan menyusul dikirim ke JPU.Hanya karena MR merupakan anak dibawah umur sehingga berkas perkaranya dipercepat.

“Saya berterima kasih kepada semua anggota penyedik Polsek Abepira,karena mereka dengan sigap dan cepat menangani hingga melengkapi berkas perkara atas kasus ini,saya harapkan kedua rekan tersangka juga bisa susul, dan berkas perkara mereka sudah dilengkapi saat ini oleh penyidik,”terang Kapolsek.

Sementara itu Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian atas kasus ini dimana pada hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018 sekira jam 23.30 WIT tersangka MR bersama dengan dua rekan tersangka lainnya MS dan RS dalam keadaan mabuk bertemu di Jln. Camar Kali Acay.

Kemudian RS pergi ke arah salon Wamda di Kali Acai untuk bertemu dgn Waria Azura.Tidak lama kemudian kembali dan menyampaikan kepada MH dan MR bahwa dia didorong oleh orang madura tapi orangnya bawa clurit.

Mendengar laporan rekannya tersebut, kemudian tersangka RS pulang kerumahnya dan mengambil dua bilah pisau dan satu diserahkan kepada tersangka MS,lalu bersama dengan tersangka MR mereka mendatangi korban yg pada sat itu sedang duduk bersama dagan saksi lainnya.

“Pada saat itu tersangka MS bertanya kepada korban om orang madura yah yang mana ketika itu dia bertanya dengan bahasa Madura, setelah korban jawab iya langsung MS pukul korban dibagian muka dan RS menikam korban didada kiri sebanyak satu kali, setelah itu MR ikut memukul korban dua kali gunakan tangan dibagian muka dan bahu korban,”tutur Kapolsek.

Pada saat yang sama pula MS menendang korban sehingga terjatuh pada saat itu, korban sempat mau mengeluarlan clurit yg telah dibawanya.Tetapi langsung direbut oleh MS dan langsung diayunkan kurang lebih 2 x ke arah perut korban.

“Setelah kita menerima laporan anggota kita langsung ke TKP dan juga mengamankan ketiga tersangka yang mana sudah dipengaruhi minuman keras.Kini ketiganya harus jalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”tutup Kapolsek.(ans/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *