Ke Depan, Dosen PTS Akan Diprioritaskan

Yohana/Cepos
Suasana Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan Pimpinan Yayasan di Lingkungan Lembaga Layanan pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang digelar di Hotel Aston Jayapura, Selasa (13/11) kemarin.

L2 Dikti Gelar Rakor dengan Pimpinan PTN dan PTS di Papua dan Papua Barat
JAYAPURA— Guna meningkatkan implementasi manajemen mutu perguruan tinggi dan meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi yang siap bersaingi di era global maka Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV —Papua dan Papua Barat menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan Pimpinan Yayasan di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang digelar di Hotel Aston 13-14 November.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV —Papua dan Papua Barat, DR. Suriel S. Mofu, S.Pd.,M.Ed,TEFL,M.Phil (oxon) mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga mengundang narasumber dari Kementrian Pusat yang memberikan materi terkait kebijakan kementrian, tantangan perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan global saat ini.

“Dengan adanya Rakor yang kami lakukan, ini juga merupakan forum koordinasi antara pimpinan-pimpinan perguruan tinggi swasta seluruh tanah Papua dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi terkait beberapa hal yang telah disepakati pada awal tahun 2018 seperti halnya, formasi dosen CPNS, kuota beasiswa S2 dan S3 untuk dosen-dosen kita di Papua dan Papua Barat untuk bisa sekolah di berbagai perguruan tinggi dipulau Jawa dan sebagainya,” ungkap Suriel kepada Cenderawasih Pos, Selasa (13/11) kemarin.

Selain itu untuk mengatasi kekurangan tenaga dosen di sejumlah perguruan tinggi swasta di Papua dan Papua Barat, pihaknya akan menempatkan sebanyak 600 dosen yang akan tersebar di beberapa perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, dari data yang ada saat ini jumlah dosen yang masih mengabdi di seluruh perguruan tinggi swasta di Papua dan Pupua Barat 103 orang diantaranya merupakan dosen yang berstatus negeri atau ASN. Kata dia kondisi ini tentunya menjadi hal yang sangat sulit bagi perguruan tinggi swasta yang mengandalkan pembiyaan dari masyarakat.

Oleh sebab itu L2 Dikti telah memprogramkam formasi dosen PNS bagi perguruan tinggi swasta yang ada saat ini. namun pihaknya belum dapat formasi CPNS tahun ini karena sementara baru diberikan kepada lima PTN di Papua seperti Uncen,Unipa, Musamus, Isbi Tanah Papua dan Polikteknik Negeri Fakfak.

Dia menjelaskan, program 600 dosen ASN ini akan berlangsung selama tiga tahun kedepan. dengan alokasi setiap tahunnya 200 dosen yang disalurkan ke PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Tahun ini ada 211 dosen yang diusulkan akan tetapi belum mendapatkan alokasi dari pemerintah. “Kami akan upayakan untuk tahun depan khusus untuk swasta akan menjadi prioritas,” paparnya.(roy/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *