Harus Ditanamkan Sejak Dini

Salah seorang warga negara asing saat menyetor sampah di Bank Sampah Kenambai Umbai di Komba, Distrik Sentani, Minggu, (11/11). (FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI-Guna memberikan kesadaran tentang membuang sampah di tempatnya sejak dini terhadap anak-anak sekolah, terutama yang masih di bangku Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Jayapura, Bank Sampah Kenambai Umbai akan menggelar sekolah non formal berbayar sampah.

Untuk membuat sekolah non formal berbayar sampah ini, Bank Sampah Kenambai Umbai akan bekerjasama dengan Kenambai Umbai Foundation yang akan memberikan pengajaran berupa sistem belajar mengajar tambahan yang bisa diikuti oleh para murid SD di luar jam sekolah.

“Pada sekolah non formal berbayar sampah ini, kami menggandeng beberapa tenaga pengajar yang juga merupakan para penggiat pelestarian lingkungan hidup, terutama tenaga dari luar negeri yang sudah kita komunikasikan untuk meluangkan waktu mengajar di sekolah non formal berbayar sampah ini,”ujar CEO Bank Sampah Kenambai Umbai, Wawa Farah di Bank Sampah Kenambai Umbai, Selasa (13/11).

Menurut Farah, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan sekaligus menanamkan kesadaran untuk peduli terhadap sampah. Sikap disiplin dan konsistensi dalam menyikapi masalah sampah diharapkan bisa berdampak positif bagi lingkugan.

“Konsep yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah mengajak para murid SD untuk mengikuti pelajaran tambahan atau les di luar jam sekolah dengan membawa minimal 30 botol bekas air mineral atau kaleng bekas minuman bersoda di setiap pertemuan,”ucapnya.

Tujuan sekolah non formal berbayar ini adalah untuk meningkatkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini, mendapat ilmu pelajaran dan pengetahuan tambahan, membantu mengurangi jumlah limbah sampah di jalan-jalan, dan membuat Kabupaten Jayapura bebas sampah.

Perlu diketahui bahwa Bank Sampah Kenambai Umbai bersama-sama dengan Kenambai Umbai Foundation meminta dukungan dalam bentuk penandatanganan petisi kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Pemkab Jayapura, LSM peduli lingkungan, media cetak maupun elektronik, para tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura.  (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *