Saksi Tak Tau Alasan Cekcok, Tapi Korban Sudah Terluka

Takim/Cepos
Keempat saksi dalam persidangan lanjutan pemeriksaan saksi kasus  pembunuhan tanah hitam di Pengadilan Negeri kelas 1A Jayapura, Senin (12/11) kemarin.

Sidang Lanjutan Kasus PembunuhanTanah Hitam

JAYAPURA-Sidang kasus pembacokan kakak beradik di Tanah Hitam kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi yang berjumlah empat orang yakni, N, J, A, MK di PN kelas 1A Jayapura, pada Senin (12/11) kemarin.

Dalam persidangan tersebut menurut keterangan beberapa saksi seperti,  J mengatakan bahwa saat kejadian tersebut saksi melihat salah satu korban meminta tolong dengan berkata “Tolong tangan saya luka” karena tangan kanan korban tersebut kena bacok oleh salah satu pelaku saat bercekcok di tempat kejadian, kemudian saksi kaget dan menghampiri korban.

Namun menurtunya saat dirinya ingin melerai perkelahian tersebut namun si pelaku sempat mau menyerang dirinya. Melihat hal tersebut si saksi tersebut mengambil sebuah balok lalu berkata “mundur” barulah ketiga pelaku tersebut mundur dan si saksi menyelamatkan salah satu korban lagi.

“Saya mengangkat balok untuk melerai supaya pelaku tersebut mundur dan menghentikan perkelahinya bersama korban,” kata J saat ditanya oleh Hakim dalam persidangan di pengadilan negeri kelas 1A Jayapura, pada Senin (12/11) kemarin.

Sementara itu lanjut Jamil alasan atau penyebap terjadinya percekcokan antar pelaku dan korban dirinya tidak mengetahui sama sekali, hingga peristiwa tersebut terjadi baru diketahuinya. “Itupun saya dengan dari orang lain dan juga masyarakat sekitar, padahal sebelumnya saya tidak tahu sama sekali.

Sementara itu saksi ke empat, A yang merupakan salah satu angota keluarga korban yang membuat laporan di kepolisian mengakui juga tidak mengetahui persolan yang menyebabkan 2 orang korban tersebut terjadi keributan dengan para pelaku. “Saya datang ke TKP orang sudah banyak dan mau masuk rumah untuk melihat korban namun dilarang akhirnya saya berdiri depan pintu masuk saja,”ujar A dalam persidang tersebut.

Selanjutnya kedua korban dilarikan dirumah sakit, hingga di rumah sakit tersebut pihak kepolisian mencari keluarga korban berkata “Siap keluarga terdekat korban” lalu saya menjawab saya pak. Setelah itu polisi tersebut mengarahkan saksi tersebut untuk membuat laporan ke pihak kepolisian. “Setelah disuruh untuk membuat laporan saya pun menuju ke Kapolsek Abepura untuk membuat laporan kepolisian tersebut,”jelasnya.

Dimana dalam persidangan tersebut yang dipimpin oleh ketua Hakim, Matius SH dan kedua hakim anggota, Abdul Gafur SH dan Muliyawan SH sementara itu Penuntut umum, Marthin Manuhutu SH. Dimana usai persidangan pemeriksaan saksi tersebut hakim ketua memutuskan untuk sidang selanjutnya Kamis (15/11) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *