Bupati Oktemka: Kepala Kampung Wajib Laporkan Penggunaan Dana Desa

Bupati Pegubin Costan Oktemka saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Operator Simdes di Aula SMK Negeri Sentani, (11/11) kemarin. (FOTO : Humas Pegubin for Cepos)

PEGUBIN- Seiring beredaran uang yang jumlahnya cukup besar di kampung-kampung dalam program dana desa, yang diikuti dengan petunjuk teknis (Juknis) dalam pengelolaan dana tersebut dan adanya para pendamping yang ditugaskan oleh pemerintah, namun terkesan selama ini penggunaan dana desa khususnya di wilayah Pegunungan Bintang belum optimal dalam pemanfaatan sekaligus dalam pertanggunjawaban. Sehingga, Bupati Costan Oktemka, SIP memperingatkan kepada kapala kampung maupun para pendamping supaya kerja sesuai juknis yang diberikan pemerintah.

  “ Saya dengar banyak laporan penggunaan dana kampung yang belum dilaporkan kepada dinas terkait. Padahal uang sudah dicairkan lama, tapi laporannya belum masuk. Nah, hal ini menjadi pertanyaan  bagi saya, bahwa apakah akibat kekeliruan para kepala kampung dalam menterjemahkan Juknis atau memang penggunaan uang di luar dari Juknis. Kalau dana digunakan sesuai Juknis, pasti laporan pertanggungjawaban sudah disampaikan ke dinas terkait. Tapi sampai saat ini hampir sebagian kampung belum masukan laporan,” ungkap Bupati Costan saat membuka pelatihan operator Simdes di aula SMK Negeri Sentani, 11/11 kemarin.

Menurut Bupati bahwa dengan alasan apapun dan oleh siapapun tidak boleh lakukan penyimpangan-penyimpangan dalam penggunaan dana desa, sebab dana desa diperuntukan oleh pemerintah bagi pembangunan kampung tersebut, yang disesuaikan dengan Juknis.

“ Saya dengar banyak penyimpangan terjadi dalam penggunaan dana desa. Banyak dana desa disalahgunakan, akhirnya kewalahan di bukti-bukti. Sebab penggunaan diluar Juknis. Mau lampirkan bukti apa jika penggunaan diluar aturan. Hal ini terjadi akibat rendahnya tingkat pemahaman para pimpinan kampung. Untuk itu para tenaga operator Simdes jika kalian ada di lapangan, bantulah para ke kampung untuk buatkan laporan. Jangan biarkan mereka, sebab pemahaman kepala kampung sangat kurang, jadi adik-adik sebagai anak asli Pegubin bantu kepala Kampung. Jangan ikuti kerja-kerja orang lain yang selama ini terjadi di Pegubin. Jangan buat laporan via telepon. Tapi harus akurat.” Sindir Bupati Oktemka.

  Kepada dinas teknis, Bupati Costan berharap agar para kepala kampung diberikan pendampingan dari dinas, agar pemanfaatan dana desa dapat digunakan tepat pada peruntukannya.. (humas PB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *