Bulog Belum Capai Target Pengadaan

MERAUKE- Meski menargetkan akan membeli beras dari petani sebanyak 25.800 ton, namun hingga Selasa (13/11) kemarin, Perum Bulog Merauke belum mencapai target tersebut.

Kepala Perum Bulog Merauke Yudi Wijaya kepada wartawan mengungkapkan bahwa hingga Selasa (13/11), Perum Bulog Merauke baru mampu menyerap beras petani sebanyak 20.772 ton dari target 25.800 ton. Kalau dari target, baru mencapai 80,3 persen, tandasnya.

Menurutnya target penyerapan Perum Bulog Merauke tahun 2018 dibanding tahun 2017 sebanyak 40.000 ton, kata Yudi Wijaya, karena pihak Bulog tidak menyediakan Rastra atau sebelumnya disebut Raskin. Di tahun 2018, Bulog hanya menyediakan Bansos Rastra yang jumlahnya sangat menurun sekitar 48 persen dari Rastra tahun 2018.
Makanya target tahun 2018 ini sangat menurun, terangnya.

Sementara pihaknya belum memenuhi target pengadaan tersebut, karena menurut Yudi Wijaya, terkadang harga pembelian beras oleh pedagang pasar lebih mahal dibanding dengan harga pembelian oleh Bulog.

Kami beli dengan harga Rp 8.030 perkilo. Itu sudah di depan gudang bulog. Sementara pedagang pasar membeli di atas harga tersebut. Meski tidak terlalu besar, tapi petani pasti memilih menjual ke harga yang lebh bagus, katanya.

Namun untuk bisa mencapai target tersebut, Yudi Wijaya, masih mengharapkan gabah simpanan dari petani untuk persiapan pengolahan sawah musim tanam rendengan. Biasanya saat mulai mengolah sawah, petani mulai menggiling gabah yang mereka simpan untuk biaya turun sawah lagi. Nah, kita masih harapkan dari situ, jelasnya. Diakui masih ada hasil panen tanam ketiga, namun jumlahnya tidak terlalu banyak. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *