Perketat Izin, BPM- PTSP Keerom Sidak di  Senggi

Noel/Cepos
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM -PTSP) Kabupaten Keerom Barnabas Taigat saat berdiskusi bersama warga terkait perizinan yang harus dilengkapi pedagang di Distrik Senggi, Jumat (10/11).

KEEROM-Untuk menertibkan  perizinan bagi pedagang di Kabupaten Keerom, khususnya di wilayah Distrik Senggi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM -PTSP) Keerom melakukan inspeksi mendadak (Sidak)  ke beberapa tempat usaha warga di Distrik Senggi.

  Dalam sidak ini, Kepala BPM – PTSP Keerom Barnabas Taigat bersama  sejumlah stafnya itu, mendatangi sejumlah toko, Kios dan bengkel milik warga. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas juga memberikan penegasan kepada para pedagang untuk melakukan pengurusan perizinan di kantor BPM- PTSP Keerom.

  Terkait inovasi BPM PTSP  untuk melakukan pelayanan perizinan di Distrik Senggi dengan menghadirkan beberapa staf,  Barnabas mengaku hal itu tidak dapat dilakukan karena harus mengurus izin disertai dengan pajak yang harus dilakukan di Dispenda serta menggunakan sistem online.

  “Untuk pelayanan langsung di distrik belum bisa dilakukan karena selain sistem online ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan juga,” paparnya.

   Salah satu pedagang kios sembako, Ibu Raty mengungkapkan bahwa sebagian warga di wilayah pasar Senggi tersebut sudah melakukan pengurusan perizinan, namun ada beberapa yang belum. Hal ini karena terkendala jarak yang cukup jauh hingga mencapai jarak 150 Kilo.

  “Kita mau turun (ke kantor BPM PTSP.red), tetapi karena jauh kita akan cari waktu yang pas, karena bisa saja kita tidur di bawah, jadi kalau ada tempat bisa saja, tetapi kadang tidak ada tempat, Selain itu ongkos pulang pergi juga memakan dana hingga Rp 300-an ribu,” katanya mengeluh.

  Kepala Distrik Senggi Yonas Nak, juga memberikan apresiasi atas kunjungan dilakukan BPM PTSP karena bisa langsung melihat kondisi yang ada di wilayah tersebut terkait perizinan. “Kami sangat senang dengan kunjungan ini dan kami harapkan pedagang dapat mentaati perizinan yang ada di Kabupaten Keerom,” ujarnya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *