Kebakaran Di kantor Diduga dari Korsleting Composer AC

Iksan for Cepos

PADAMKAN API: Petugas Pemadam Kebakaran saat berusaha memadamkan api yang membakar gedung Sasana Krida dari belakang kantor Gubernur Papua, Minggu (11/11)

JAYAPURA-Kerugian akibat terbakarnya gedung Sasana Krida kantor Gubernur Provinsi Papua, Minggu (11/11) kemarin belum bisa dipastikan. Namun akibat kebakaran tersebut, bangunan dan isi gedung Sasana Krida ludes terbakar.

Pemprov Papua yang dikonfirmasi melalui Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa F. Auri, SE., MM., mengakui, hingga kemarin total kerugian yang dialami akibat terbakarnya gedung Sasana Krida kantor Gubernur Papua, belum diketahui.

Menurut informasi yang diperolehnya, kebakaran ini pertama kali diketahui sekira pukul 12.10 WIT. Elysa Auri menyebutkan, titik api diduga berasal dari gudang samping ruang transit Sasana krida. Dalam gudang tersebut menurutnya merupakan tempat penyimpanan berbagai macam barang seperti kursi, meja dan sound system.

“Yang pasti, kebakaran ini masih kami cek penyebabnya, termasuk kemungkinan arus pendek. Sebab sempat terdengar ledakan besar, yang dirasa berasal dari panel di kantor Gubernur,” ungkap Elysa Auri, kepada wartawan, Minggu (11/11) kemarin.

Disinggung soal peralatan pencegah kebakaran di kantor Gubernur Papua, Elysa Auri menyebutkan alat-alat itu tersedia. Hanya saja, sejak tahun 1974 Sasana Krida dibangun, belum dilakukan pengecekan kembali.

“Alat-alat pencegah kebakaran itu ada. Namun, untuk fungsinya, karena sudah lama Sasana Krida ini dibangun,  maka perlu ada rehabilitasi kembali, termasuk instalasi kelistrikannya,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Papua, Israil Ilolu juga belum bisa memastikan besar kerugian yang dialami akibat terbakarnya gedung Sasana Krida kantor Gubernur Papua.

“Total kerugian belum bisa diprediksi. Sebab alat-alat yang ikut terbakar belum diinventarisir. Ini akan nanti diukur oleh tim yang akan datang besok (hari ini, red),” tambah Israil.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyebutkan, kebakaran yang melanda kantor Gubernur Papua masih dalam penanganan Polres Jayapura Kota yang diback up Polda Papua. Kamal menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun bangunan dan isi gedung seperti kursi, sound system  dan lain-lain ludes terbakar.

Kebakaran ini menurutnya, pertama kali diketahui seorang saksi Marcelino Wanda yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpal PP) Provinsi Papua. Saksi awalnya melihat ada kepulan asap tebal yang keluar dari belakang gedung Sasana Krida kantor Gubernur Papua. “Saksi kemudian menuju Pos 2 untuk melaporkan kejadian tersebut,” ungkap Kamal kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Mendapat laporan dari saksi Marcelino, anggota Satpol PP yang bertugas di Pos 2 langsung menuju arah kepulan asap untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu, saksi menghubungi petugas pemadam kebakaran, Polres Jayapura dan Polda Papua. “Para saksi yaitu anggota Satpol PP yang sedang bertugas membuka pintu gedung Sasana Krida dan melihat api dari arah gedung Sasana Krida di lantai dua sebelah kanan telah membesar dan merambat ke bangunan lainnya. Melihat kejadian itu, saksi langsung menghubungi pemadam kebakaran, Polres Jayapura Kota dan Polda Papua,” tuturnya.

Disinggung soal penyebab kebakaran, Kamal mengatakan aparat Kepolisian hingga saat ini masih melakukan olah TKP. Namun dugaan sementara, kebakaran yang membakar habis gedung Sasana Krida kantor Gubernur Papua di Jalan Soa Siu Dok II, Distrik Jayapura Utara ini, diduga akibat adanya korsleting composer pendingin ruangan atau AC.

Kamal menambahkan untuk memadamkan api yang membakar gedung Sasana Krida tersebut, Polda Papua memberikan bantuan dengan menurunkan mobil water canon.  Setelah dilakukan upaya pemadaman, api baru bisa dipadamkan sekira pukul 14.00 WIT.

Sementara dari pantauan Cenderawasih Pos di kantor Gubernur Papua, mobil pemadam baik milik Pemkot Jayapura maupun Damkar Provinsi Papua didukung mobil water canon Polda Papua serta belasan mobil tangki air yang ikut menyuplai air yang diambil dari Dok IV, terlihat mengepung gedung yang terbakar.

Ada beberapa mobil yang menyemprot dari pintu utama kantor Gubernur Papua, ada juga yang menyemprot dari belakang atau jalur menuju Dok V.

Untungnya puluhan tim Damkar yang diturunkan bisa segera menguasai lokasi dan menjinakkan api. “Panas sekali memang tapi untungnya bukan di ruangan terbuka sehingga tidak menyebar. Ruangan yang terbakar seperti di dalam oven karena api tidak keluar dan kami bersyukur api bisa dipadamkan,” kata salah seorang petugas pemadam kebakaran disela-sela pemadaman.(gr/fia/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *