Mencermati Maraknya Miras Tak Bertuan di Pelabuhan Jayapura

Iptu Joko Prayogo. (Elfira/Cepos)

Diselundupkan Lewat TKBM, Pemilik Barang Tunggu di Dermaga

Sudah beberapa kali Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura menemukan Miras jenis Cap Tikus (CT)  dan Sopi tak ada pemiliknya, Bagaimana polisi mengetahui modus membawa Miras dari kapal putih ke pelabuhan, dan apa yang dilakukan jelang Natal dan Tahun Baru?

Laporan Elfira-Jayapura

Terhitung sepanjang November Polsek Kawasan Pelabuhan (KPL) telah menyita sebanyak 250 liter Minuman Keras (Miras) jenis Sopi dan Cap Tikus (CT) tak bertuan . Dua barang tersebut memang mempunyai pangsa pasar tersendiri di Jayapura.

Entah hukum ekonomi yang berlaku dimana tidak ada suplay jika demand tak ada, hal ini berarti memang ada orang di Jayapura yang sudah memesan sejumlah liter miras dari luar Papua untuk di jual di Kota Jayapura dan sekitarnya. Dan Mustahil jika “pedagang” kerap kali hanya memasok dengan sistem gambling alias judi, yakni jika lolos dari screening mereka akan untung tapi jika tidak pedagang tersebut akan buntung alias rugi, dan logikanya tak ada pedagang yang menginginkan rugi.

Kapolsek KPL Jayapura Iptu Joko Prayogo menyebutkan, minuman tersebut berasal dari Provinsi lain. Dimana Sopi berasal dari Ambon, sementara minuman CT berasal dari Manado untuk kemudian di pasarkan di Jayapura.

“Modus yang kerap digunakan untuk menyelundupkan minuman tersebut dengan memanfaatkan buruh TKBM, biasanya si pemilik menyuruh buruh TKBM untuk mengangkat barang mereka sementara si pemiliknya sudah terlebih dahulu menunggu di dermaga,” ucap Joko kepada Cenderawasih Pos, Jumat (9/11) kemarin.

Menurut Joko, miras tak bertuan itu kerap didapatkan dalam karton yang dipaket dengan rapi oleh pemiliknya. Namun ada juga disimpan dalam tas rinjani (tas jinjing besar) yang diselipkan pada pakaian.

Guna mengantisipasi masuknya Miras tanpa izin ataupuan barang illegal melalui Pelabuhan Jayapura, Joko mengaku memperketat pengawasan. Baik itu pengawasan di dalam dermaga ataupun di luar dermaga.

“Personel selalu saya tempatkan di titik tertentu untuk mengawasi masuk keluarnya barang beserta penumpang di Pelabuhan Jayapura,” terangnya

Dikatakan, sebanyak 20 personel Polsek KPL selalu mengamankan masuk keluarnya Kapal putih di Pelabuhan Laut Jayapura. “Pengawasan akan terus kami lakukan, sekaligus mengantisipasi natal dan tahun baru,” pungkasnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *