Kembalikan Semangat Para Pahlawan untuk Keutuhan NKRI

Hendrik Yance Udam. (FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA– Setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belanda masih ingin kembali menjajah Indonesia. Rakyat Indonesia, tentu saja tidak akan tinggal diam karena sudah susah payah berjuang untuk kemerdekaan.

Pada tanggal 10 November 1945, terjadilah salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Dalam perang ini, banyak pejuang kemerdekaan yang gugur. Oleh karena itu, peristiwa 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang selama tiga setengah abad hidup dalam penjajahan  Belanda ditambah penjajahan Jepang selama tiga setengah tahun. Kemerdekaan yang kita raih adalah bukti nyata dari sebuah pengorbanan yang sangat besar dari semua komponen bangsa.

Banyak komponen-komponen masyarakat yang menjadi pahlawan yang berjasa dalam memerdekakan negara Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN GERCIN), Hendrik Yance Udam mengatakan bahwa momen 10 November yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu masyarakat Indonesia khususnya para pemuda jangan sia-siakan. Namun HYU mengajak untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan menjadi pemuda yang bermanfaat untuk bangsa dan negara.

“Kita sebagai pemuda jangan terlalu berharap sesuatu yang sangat besar untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dahulu, namun dengan kita sekolah yang baik, jadi pemuda yang kreatif dan menjunjung tingi kesatuan dan persatuan NKRI dan juga melawan hoax tentu sangat bermanfaat,” kata HYU saat ditemui Cenderawasih Pos di Abepura, Jumat (09/11).

Dikatakan, 73 tahun yang lalu, para pahlawan dengan semangat dan keberanianya serta modal nasionalisme, bambu runcing, semangat dan bersatu padu untuk mengusir para penjajah dari bumi ibu pertiwi yaitu NKRI. Meski nyawa menjadi taruhannya namun semangat mereka tak pernah gentar.

Dalam perjuangan yang dikenal dengan hari pahlawan NKRI tersebut, putra-putra terbaik Papua, yakni Frans KaisiepoJohannes Abraham Dimara, dan Silas Papare yang merupakan  Pahlawan bangsa Indonesia, juga ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Repoblik Indonesia.

“Untuk itu, saya mengajak pemuda-pemudi Indonesia khususnya Papua  untuk bersama-sama dalam mengisi kemerdekaan ini dan juga menjaga kesatuan dan persatuan NKRI agar tetap kokoh, karena papua sudah merupakan harga mati dari ada di NKRI,” tegasnya.

Para pemuda menurutnya sekarang tidak lagi mengusir para penjajah yang ada di bumi pertiwi, namun yang menjadi tugas pemudah sekarang adalah agar mengisi perjuangan dari pahlawan dengan hal-hal yang bermanfaat dan menjadi garda terdepan dalam keutuhan NKRI, dari para kelompok-kelompok yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan yang ada di Repoblik Indonesia saat ini.

Selain itu, pemuda juga akan menjadi pelopor dalam menjaga keanekaragaman baik suku, bahasa, dan juga agama agar menciptakan hidup rukun dan penuh toleran.

Memang saat ini masyarakat Indonesia dan pemuda  tidak lagi turut melawan penjajah seperti halnya para pahlawan dahulu. Sekarang ini tugas untuk para penerus bangsa ini adalah memberikan arti baru mengenai kepahlawanan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia ini yang tentunya seiring dengan perkembangan zaman. Masyarakat dan generasi muda sangat berperan dalam menyukseskan kepentingan nasional dalam mengisi kemerdekaan.

Menurut HYU, generasi muda masih menjadi jantung pembaruan nasional. Kiprah dan sumbangsih kaum muda dalam segala sektor diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam membesarkan bangsa yang sampai saat ini berada dalam krisis multidimensi.

Semangat perubahan pemuda diakuinya harus tetap berjalan dan tertanam. Sebab, dalam kondisi apa pun, posisi pemuda berpotensi menjadi penyeimbang sistem atau semacam kontrol bagi ruang sosial di sekelilingnya.

“Tugas masyarakat khususnya pemuda dalam mengisi  kemerdekaan saat ini yaitu jangan menanyakan apa yang diberikan oleh bangsa terhadap masyarakat namun apa yang diperbuat oleh pemuda untuk mengisi kemerdekaan sebagai tanda menghargai perjuangan para pahlawan tempo dulu,”tutupnya.(kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *