80 Pembalap Ramaikan  Intan Jaya Grasstrack

Para pembalap di salah satu nomor yang dipertandingkan saat berjibaku menjadi yang terdepan dalam kejuaraan Intan Jaya Grasstrack Championship 2018 di Sircuit MTMC Koya Timur, Jumat (9/11) kemarin. (FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA- Sebanyak 80 rider turut ambil bagian dalam kejuaraan Intan Jaya Grasstrack Championship 2018 yang berlangsung pada 9-11 November di Sircuit MTMC Koya Timur.

Diikuti oleh Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Jawa Tengah. Untuk perwakilan Provinsi Papua ada Kota dan Kabupaten Jayapura, Wamena, Timika, Merauke, Keerom. Sementara Papua Barat diwakili Manokwari.

Dan yang paling menarik dari kejuaraan ini, tiga atlet Papua yang akan dipersiapkan dalam PON 2020 nantinya ikut berkompetisi dalam kejuaraan ini, seperti atlet Nasional asal Papua Yosua Patipi serta Hilman Maksum dan Exel.

Ketua Panitia, Amir Thata mengatakan, kejuaraan Intan Jaya Grasstrack Championship 2018 ini akan memperlombakan 12 nomor. Seperti, Bebek Std 2T 116cc & 4T 130cc Pemula (non usia). Bebek Std 4T s/d 130cc pemula (max 17 tahun). Bebek Modif 4T 110cc Point Papua/Ppua Barat.

Bebek Modif 4T 130cc Point Open. Bebek Modif 2T s/d 116cc Point Papua/Papua Barat. Sport & Trail s/d 200cc point open. Sport Std 2T 135cc. OMR KLX & CRF s/d 200cc Point Open. Special Engine Open.

FFA s/d 250cc (non SE) Point Papua/Papua Barat. Executive & Vetran. GTX 12 Anak-anak s/d 12 tahun.

Amir juga mengatakan, kejuaraan ini untuk mempermantap persiapan atlet Gasstrack Papua menuju PON Papua.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan skill dari pembalap. Kegiatan ini dihadiri pembalap asli Papua, Yosua Patippi, Hilman Maksum dan Exel. Mereka semua pembalap juara nasional yang akan membela Papua di ajang PON 2020,” ungkap Amir di sela-sela kejuaran yang berlangsung di Sircuit MTMC Koya Timur, Jumat (9/11) siang kemarin.

Wakil Bupati Intan Jaya, Yann R Kobogoyao menjelaskan, kejuaraan ini sebagai persiapan Intan Jaya dalam menyiapkan atlet prestasi bagi Intan Jaya dan Papua secara khusus.

“Untuk meningkatkan minat pemuda-pemuda kita di Intan Jaya, yang kedua itu, Intan Jaya juga ingin menyiapkan atlet-atlet yang bagus untuk PON 2020, nantinya bibit terbaik diharapkan diambil dari sini, untuk dipersiapkan pada PON 2020,” ujarnya.

Yann R Kobogoyao juga mengatakan, bahwa kejuaraan ini akan menjadi agenda tahunan Kabupaten Intan Jaya kedepannya.

“Kami harap ini menjadi agenda tahunan, dalam rangka menyiapkan atlet untuk Papua di PON,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua, Yan P Mandenas mengaku, IMI terus mendorong agar daerah menggelar ivent dalam upaya mewadahi para pembalap dan pecinta otomotif menyalurkan bakatnya.

“Selain itu, tentu ini untuk menjaring atlet balap yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai event, termasuk diharapkan melahirkan atlet untuk PON XX Tahun 2020,“ katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Harian IMI Papua Imanuel Patippi mengatakan, kejuaraan seperti ini sebagai bentuk upaya IMI Papau dalam menyiapkan atlet lokal gasstrack yang potensial dalam menyambut PON 2020.

“Untuk PON nanti Gasstrack punya dua tim, Papua A dan B dan pembalap perorangannya kita sudah ada, nanti diberegu kita punya pembalap lokal untuk mendampingi mereka. Dan itu kita akan jaring lewat Kejurda seperti ini, kami sudah lakukan di Manokwari, Waropen, Mimika, Wamena, selanjutnya Keerom,” ujar ayah pembalap Nasional Yosua Pattipi itu.

Imanuel Patippi juga sangat mengapresiasi Pemkab Intan Jaya, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya yang turut mendukung pembinaan atlet gasstrack IMI Papua dalam menghadapi ajang olahraga empat tahunan tersebut.

“Kami juga berterimakasih kepada bapak Bupati Intan Jaya yang sudah bekerja sama dengan IMI dalam memberikan wadah bagi parat atlet muda dalam bentuk pembinaan para pembalap,” pungkasnya. (eri/tho).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *