Tak Ingin Lanny Jaya Jadi Tempat Persembunyian KKB

FOTO BERSAMA: Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., foto bersama dengan Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait, ST., M.Si., dan sejumlah kepala kampung saat melakukan kunjungan di Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (6/11). (FOTO : Humas Lanny Jaya for Cepos)

WAMENA-Aksi penembakan terhadap salah satu tukang Ojek di Distrik Balingga yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Puron Wenda mendapat perhatian serius Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si.

Orang nomor satu di jajaran Polda Papua ini menegaskan bahwa Polri dalam hal ini Polda Papua tidak ingin Kabupaten Lanny Jaya menjadi tempat persembunyian kelompok-kelompok yang sudah banyak membuat masyarakat takut dan susah.

Kapolda Martuani Sormin menyebutkan, meskipun masyarakat tidak memberitahukan kepada Kepolisian terkait adanya KKB yang bersembunyi di wilayah distrik dan kampung di Kabupaten Lanny Jaya, tetapi polisi tahu masalah itu.

“Masyarakat yang datang ke Distrik Balingga harus diperiksa oleh kelompok ini. Saya tidak mau Balingga di jadikan tempat persembunyian atau apapun sehingga saya minta aparat kampung dan tokoh agama jangan takut, ini urusan polisi,” pinta Kapolda Martuani Sormin saat melakukan pertemuan dengan Pemkab Lanny Jaya, tokoh agama dan aparat kampung  dari Mokoni, Popome, Balingga dan Kuyawage di aula kantor Bupati Lanny Jaya, Selasa (6/11)kemarin.

Dirinya memastikan bahwa anggotanya tak akan mengganggu masyarakat di Balingga apabila ada operasi. Menurutnya sepanjang KKB mau berdamai, kepolisian akan menerima dengan tangan terbuka. Tetapi apabila mereka melawan dengan senjata,  maka aparat juga akan menghadapi mereka dengan senjata.

Kapolda Martuani Sormin juga menyatakan jika KKB tak mau menyerah maka akan dilakukan secara paksa. “Kalau mereka bawa senjata, saya juga bawa senjata. Tidak ada kata lain mereka ini sudah lama meresahkan masyarakat. Semua jalan dipalang sesuka-suka dia,  kalau ada masalah saya minta kepala kampung laporkan ke Kapolres, “tegasnya.

Penembakan yang terjadi kemarin diakuinya, merupakan ulah KKB yang membuat gaduh. Dirinya tidak tahu kesalahan apa yang dilakukan tukang ojek hingga harus ditembak.

“Untuk saat ini urusan dengan Puron Wenda, bapak kepala kampung serahkan sama saya. Mungkin pimpinan tertinggi polisi kami sedang menyiapkan operasi terhadap kelompok Puron dan apapun risikonya, entah anggota saya yang korban, kita sudah siap,” tegasnya

Setelah operasi ini dilakukan, dan Balingga dibersihkan dari kelompok ini, Kapolda meminta kepala kampung untuk menolak orang asing yang datang ke daerah itu.

Di tempat yang sama, Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait, ST., M.Si., menyebutkan penembakan tukang ojek dan kontak senjata ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya sehingga ini tak bisa dibiarkan. Untuk itu, Kapolda Papua sudah turun langsung ke Kabupaten Lanny Jaya guna memastikan keamanan di kabupaten ini.

“Kami dari pemerintah daerah mendukung penuh langkah yang diambil aparat keamanan dalam melaksanakan operasi di Lanny Jaya dari gangguan Kamtibmas yang sering dilakukan oleh kelompok-elompok ini,”bebernya.

Untuk situasi terakhir Kabupaten Lanny Jaya sehubungan masalah kejadian penembakan tukang ojek kemarin, diakuinya  sudah kondusif. Namun secara manusia memang tidak diterima kematian masyarakat tak berdosa yang sangat sadis. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *