Sidang Ditunda Lima Kali, Kuasa Hukum Kecewa

Takim/Cepos
Persidangat tersangka Michael Jon Wild, Jr yang dilaksanakan di PN Jayapura, Rabu (7/11) kemarin.

JAYAPURA– Persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap seorang missionaris, tersangka Michael Jon Wild, Jr yang tingal selama 15 tahun di Makendomo, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua kembali ditunda.

Michael, warga negara Amerika telah menjadi tahanan kota tersebut dengan tuduhan penyelundupan satwa. Adapun penundaan persidangan tersebut dengan persolan belum sipanya tuntutan yang akan dibacakan dalam persidangan tersebut.

Tim Kuasa hukum tersangka Michael Jon Wild, Jr yakni, Frederika Korain, SH, MAAPD dan Dafid S. Maturbongs, SH mengatakan bahwa, selain menghormati prosedur yang ada tentu pihaknya sangat kecewa, karena penundaan tersebut sudah yang ke lima kalinya.

“Tentu dengan 5 kali penundaan kami sangat kecewa, entah apa prosedur yang dilakukan dan kami berharap kepastian dari pihak penuntut umum,”kata Dafid S. Maturbongs, SH ke cenderawasih pos saat ditemui usai persidangan yang berlangsung di PN Jayapura, pada Rabu (7/11).

Pihaknya berharap kepada pihak terkait untuk memberikan kepastian karena tersangka merasa jenuh dan tidak tengan dengan penundaan yang sudah ke 5 kalinya.“Di satu sisi tersangka adalah seorang kepala rumah tangga, yang jelas semuya tangung jawabnya akan tergangu, maka dari itu kami sangat berharap kepada pihak terkait untuk memberikan kepastian yang jelas supaya persidangan minggu depan tidak ditunda lagi,”ujar Frederika Korain, SH, MAAPD.

Dalam penundaan ini sebagai kuasa hukum tidak bisa berbuat apa namun semua kewenagan ada pada kejaksaan, dan diharapkan persosenya lebih cepat lagi mengingat tersangka sudah merasa tidak nyaman dalm hal ini terlalu lama menunda.

Dimana dalam persidangan penundaan tersebut yang dipimpin oleh ketua hakim, Dr.H.Prayitno Iman Santoso, SH.MH dan angotanya, Natalia dan juga Deddy Thusmanhadi sementara jaksa penuntut umunya adalah Natalia.

Diharapkan untuk persidangan yang akan digelar pada rabu (14/11) diharapkan tidak adalagi penundaan dan proses persidangan berjalan dengan baik hingga proses p[embacaan putusan atau agenda persidangan ytang selanjutnya.

“Kita juga harus paham, dimana tersangka merupakan warga negara asing yang dalam berkaitan dengan waktu mereka sangat konsisten atau tepat waktu, jadi wajar saja kalo dia merasa tidak nyaman dalam penundaan yang sudah ke lima kali ini,”tutpnya.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *