Jalan Trans Papua Makin Ramai, dan Tak Bisa Bendung

Banyaknya kendaraan yang mengantri di Trans Papua Wamena – Jayapura menunggu jaloan dibuka karena sedang diperbaiki oleh alat berat. Kondisi ini dinilai oleh P2JN wilayah 1 Jayapura sangat mengganggu pekerjaan di lapangan.

WAMENA – Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Jayapura mengaku tak bisa membendung arus transportasi yang terus meningkat, terkait banyaknya kendaraan yang melewati ruas jalan trans Papua Wamena –Jayapura. Umumnya kendaraan tersebut membawa barang, memaksakan melewati jalan tersebut mekipun kondisi jalan yang masih ada beberapa titik yang rusak.

  Kepala Satuan Kerja Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (P2JN) Wilayah 1 Jayapura Saut  P Munthe mengakui sejak Juni lalu pekerjaan itu sebenarnya sudah fungsional, hanya saja tahapan pelaksanaan itu dilakukan penurunan grit atau tanjakan yang terlalu tinggi akan diturunkan.
  “Sebenarnya ada penggalian lereng, sehingga saya sudah buat surat ke Bupati Yalimo bahkan diumumkan di radio untuk jalan itu belum bisa dilewati atau tidak dibuka secara umum,”ungkapnya saat ditemui di Wamena, Selasa (6/11).

  Melihat animo masyarakat dari Jayapura ke Wamena maupun sebaliknya dari Wamena ke Jayapura yang cukup ramai, Kata Saut, P2JN wilayah 1 Jayapura, situasi ini  tak bisa membendung dan hal ini menjadi masalah, karena sangat mengganggu pekerjaan di lapangan. Banyaknya animo masyarakat membuat ia harus membuka jalan tersebut pada hari Minggu.
  “Kalau ditutup kita bisa lihat sendiri antrian mobil itu cukup banyak bisa mencapai 200 mobil, kalau dihitung bisa mencapai 500 mobil truk perbulan, belum lagi Triton, dan Hilux sehingga kita buka jalan itu minggu saja.”katanya.

   Diakui, kalau dilihat dari efektifitas pekerjaan, sangat tidak efektif namun ia tak bisa membendung animo masyarakat untuk lewat, dan jalan itu milik rakyat, kendala lain dalam pekerjaan ini adalah cuaca dan medan karena sampai saat ini belum ada proteksi gunung yang membuat lereng gunung itu agar tidak longsor.

“ Kita akan mengajukan ini ke Litbang kementrian PU Pera untuk membuat proteksi lereng dan gunung atau badan jalan seperti di kilometer 365 kali Bruku setelah Benawa , sampai ke kali  Edan 387 Km, sementara dari jayapura masih penurunan grip di Gunung Nawa,”jelasnya.
  Ia berharap saat dilakukan peningkatan untuk dilakukan pengerasan dan pengaspalan bisa berjalan semua penurunan grip, proteksi lereng gunung dan pengaspalan namun tidak sesulit yang ditangani PJN wilayah IV Jayawijaya.

  Ditempat berbeda Kepala PJN wilayah 4 Jayawijaya Togap Harianto Manik  memastikan pekerjaan jalan sepanjang 4 kilometer akan rampung pada November 2018. Untuk jalan trans Papua sepanjang 575 Kilo meter, PJN Wamena akan mengerjakan  sepanjang 4 Km terhitung setelah jembatan Kali Wara.  “Untuk Progres kita sudah hampir selesai sebenarnya, tinggal pasangan batu saja, namun kemarin ada longsoran, tetapi target kami November ini selesai,” tutur Togap.

Pembangunan jalan Trans Papua, Lanjut Togap, memang dilakukan pada tahun 2014 lalu, dan pada tahun itu tidak ada dana pemeliharaan yang dianggarkan untuk jalan ini, sehingga pada tahun 2017 kebawah jalan tersebut tidak terpelihara karena tidak ada anggarannya, sedangkan yang dipelihara ialah jalan dari Wamena hingga Elelim, karena jalan itu merupakan jalan nasional.

“Namun pada tahun 2018 ini ada anggaran yang sangat pas-pasan untuk pemeliharaan jalan, dan kemungkinan anggaran itu tidak akan mencukupi untuk memelihara jalan dari Elelim hingga kali Wara,” bebernya.
  Ia menjelaskan, kedepannya dan dengan kondisi yang padat saat ini akan ada dua alternative penanganan ruas jalan Trans Jayapura – Wamena yang akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dana yang ada akan digunakan untuk pengaspalan.

  Terkait warga masyarakat yang selama ini telah menggunakan jalan Trans Wamena-Jayapura, PJN Wilayah IV Jayawijaya tidak bisa melarangnnya, melainkan upaya yang dilakukan ialah telah membuat jadwal khusus pada sabtu minggu baru kendaraan dapat melintas dijalan trans yang dibangun.
  “ Untuk kondisi jalan yang rusak kemarin kami sudah tangani dan melaporkannya kepada kepala balai, artinya dana pemeliharaan itu cukup besar, sehingga kami mencari solusi untuk mencari dana pemeliharaan disana,” bebernya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *